Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bio Farma Perkuat Ekspor Vaksin, Raih Penghargaan Nasional

Bio Farma berhasil mencatatkan ekspor kumulatif di atas Rp10 triliun dari 2021 hingga 2025 dan mendapatkan pengakuan sebagai eksportir unggul melalui pemanfaatan FTA.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.47 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Bio Farma Perkuat Ekspor Vaksin, Raih Penghargaan Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan farmasi milik negara ini telah menunjukkan dominasi dalam pasar global dengan total ekspor vaksin mencapai lebih dari 90 miliar dosis sejak 1997. Produk-produk unggulannya, termasuk vaksin polio, campak, dan bahan aktif vaksin, kini tersebar di lebih dari 150 negara di berbagai benua, didukung oleh kerja sama institusional dan perjanjian bilateral. Kepercayaan global terhadap kualitas produk Bio Farma tercermin dari prakualifikasi 20 jenis produk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menjadi dasar utama dalam pemasaran internasional.

Dengan kapasitas produksi mencapai 3,1 miliar dosis per tahun, Bio Farma terus memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) sebagai alat strategis untuk membuka akses ke negara-negara baru. Penghargaan Primaniyarta kategori Eksportir Pemanfaat FTA merupakan bukti nyata atas komitmen perusahaan dalam memanfaatkan kebijakan perdagangan untuk mendorong ekspor produk kesehatan Indonesia. Direktur Komersial Bio Farma, Fitri Puspadewi, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan daya saing produk dan memperluas jaringan kemitraan global.

Inovasi produk menjadi fokus utama dalam transformasi perusahaan. Vaksin tifoid konjugat, Bio-TCV, berhasil memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah melewati tahapan riset, transfer teknologi, uji klinis, dan evaluasi regulator. Sementara itu, vaksin rotavirus neonatal, Bio-RV, hasil kolaborasi dengan Murdoch Children’s Research Institute, juga telah resmi diizinkan beredar sejak 2 September 2026. Kedua produk ini merupakan hasil sinergi antara riset akademik, industri, dan regulasi, yang menandai kemampuan dalam menguasai teknologi produksi vaksin secara mandiri.

Penguasaan teknologi dan kemandirian produksi diharapkan dapat memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Dengan pengembangan produk dalam negeri yang telah melewati standar internasional, Bio Farma berharap dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok kesehatan global. Proses produksi yang berkelanjutan, akses yang luas, dan harga kompetitif menjadi prinsip dasar dalam strategi pemasaran dan pengembangan produk.

Sejalan dengan target pemerintah, perusahaan berupaya mendukung pencapaian nilai transaksi perdagangan dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, yang ditargetkan mencapai 17,5 miliar dolar AS. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma terus memperkuat tata kelola, memperluas kapasitas produksi, dan menjalin kolaborasi lintas sektor. Upaya ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan, akses, dan keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri kesehatan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya