Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BLACKPINK Hadir di Museum Nasional Korea, Tunda Akses Umum

Acara perayaan 10 tahun debut BLACKPINK di Museum Nasional Korea memicu protes karena membatasi akses pengunjung selama satu jam, berujung permintaan maaf resmi dari pihak museum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BLACKPINK Hadir di Museum Nasional Korea, Tunda Akses Umum
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Perayaan 10 tahun debut grup K-pop BLACKPINK di Museum Nasional Korea pada 8 Agustus 2026 berlangsung dalam suasana yang tidak terduga. Acara bertajuk Meet & Greet yang melibatkan empat anggota, Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa, dihadiri oleh 40 penggemar setia (BLINK) dan berlangsung di area tertentu dalam kompleks museum. Namun, akses ke salah satu zona publik dibatasi selama sekitar satu jam, menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung umum yang datang untuk berkunjung.

Kebijakan penutupan sementara area tersebut menimbulkan protes dari sejumlah pengunjung yang merasa terganggu oleh pengelolaan acara yang dianggap tidak memperhatikan kepentingan publik. Pihak museum akhirnya merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada 28 Agustus, menyatakan penyesalan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dalam pernyataan itu, mereka mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan dan pengelolaan acara kolaborasi tersebut.

“Kami telah berupaya memastikan keselamatan acara dan meminimalkan dampak bagi pengunjung, namun kami menyadari masih terjadi kekurangan dalam koordinasi,” tulis museum dalam keterangan resmi. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama acara adalah merayakan pencapaian grup yang telah menginspirasi banyak orang, tetapi pengelolaan yang kurang matang justru menimbulkan dampak negatif.

Sebagai langkah perbaikan, museum menyatakan akan lebih hati-hati dalam menggelar acara serupa di masa depan. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi lebih awal kepada publik, mempertimbangkan lokasi yang lebih sesuai, serta menyiapkan rencana mitigasi jika terjadi peningkatan kunjungan. Kejadian ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan ruang publik yang harus seimbang antara kepentingan budaya dan akses masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya