BLACKPINK Hadir di Museum Nasional Korea, Tunda Akses Umum
Acara perayaan 10 tahun debut BLACKPINK di Museum Nasional Korea memicu protes karena membatasi akses pengunjung selama satu jam, berujung permintaan maaf resmi dari pihak museum.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perayaan 10 tahun debut grup K-pop BLACKPINK di Museum Nasional Korea pada 8 Agustus 2026 berlangsung dalam suasana yang tidak terduga. Acara bertajuk Meet & Greet yang melibatkan empat anggota, Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa, dihadiri oleh 40 penggemar setia (BLINK) dan berlangsung di area tertentu dalam kompleks museum. Namun, akses ke salah satu zona publik dibatasi selama sekitar satu jam, menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung umum yang datang untuk berkunjung.
Kebijakan penutupan sementara area tersebut menimbulkan protes dari sejumlah pengunjung yang merasa terganggu oleh pengelolaan acara yang dianggap tidak memperhatikan kepentingan publik. Pihak museum akhirnya merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada 28 Agustus, menyatakan penyesalan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dalam pernyataan itu, mereka mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan dan pengelolaan acara kolaborasi tersebut.
“Kami telah berupaya memastikan keselamatan acara dan meminimalkan dampak bagi pengunjung, namun kami menyadari masih terjadi kekurangan dalam koordinasi,” tulis museum dalam keterangan resmi. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama acara adalah merayakan pencapaian grup yang telah menginspirasi banyak orang, tetapi pengelolaan yang kurang matang justru menimbulkan dampak negatif.
Sebagai langkah perbaikan, museum menyatakan akan lebih hati-hati dalam menggelar acara serupa di masa depan. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi lebih awal kepada publik, mempertimbangkan lokasi yang lebih sesuai, serta menyiapkan rencana mitigasi jika terjadi peningkatan kunjungan. Kejadian ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan ruang publik yang harus seimbang antara kepentingan budaya dan akses masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

