BLU Energi Diformat untuk Jamin Stabilitas Pasokan Listrik
Pemerintah siap optimalisasi BLU di Kementerian ESDM untuk menjamin pasokan batu bara dan gas bumi terjangkau bagi pembangkit listrik nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.33 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat mekanisme pengadaan energi primer melalui pengoptimalan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rencana ini diwujudkan melalui penyusunan Peraturan Presiden yang saat ini dalam proses finalisasi, dengan tujuan utama menjamin ketersediaan batu bara dan gas bumi secara stabil untuk mendukung pasokan listrik nasional.
Dalam konsep yang disusun, BLU Sektor Energi tidak perlu dibentuk baru karena instansi yang dimaksud telah ada sebelumnya. Di bidang batu bara, lembaga tersebut dikenal sebagai Tekmira, sedangkan untuk sektor migas berada dalam wadah Lemigas. Pemerintah kini fokus pada perluasan fungsi dan peningkatan efisiensi operasional dari kedua entitas tersebut.
Tugas BLU akan mencakup perencanaan, pembelian, hingga penyaluran batu bara dan gas ke pembangkit listrik. Lembaga ini diberi kewenangan untuk membeli batu bara dari perusahaan tambang swasta berbasis IUP/IUPK, memperoleh gas dari alokasi domestik yang ditetapkan Menteri, atau bahkan mengelola tambang sendiri melalui afiliasi. Seluruh aktivitas dilakukan dengan mempertimbangkan harga yang ditetapkan pemerintah dan keandalan pasokan.
Untuk mengantisipasi fluktuasi harga global, BLU diperbolehkan melakukan hedging guna menjaga stabilitas biaya listrik. Semua proses akan dilakukan secara digital terintegrasi untuk memastikan transparansi dan efisiensi waktu. Dalam kondisi darurat energi, BLU diberi wewenang khusus untuk mengambil langkah ekstra sesuai arahan Menteri ESDM.
Kontrak penyediaan batu bara atau gas yang telah berjalan sebelum berlakunya peraturan baru tetap berlaku hingga masa kontrak berakhir. Aturan ini akan mulai berlaku sejak diundangkan, dengan pengawasan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atas kinerja BLU.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

