Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BNI Salurkan Kredit Ekspor Rp181 T, Rp36 T untuk UMKM

BNI mencatat kredit ekspor mencapai Rp181 triliun hingga Juni 2026, dengan Rp36 triliun di antaranya disalurkan ke UMKM melalui pendekatan ekosistem dan program bisnis matching.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BNI Salurkan Kredit Ekspor Rp181 T, Rp36 T untuk UMKM
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BNI mencatat total outstanding kredit yang mendukung aktivitas ekspor hingga semester pertama tahun ini mencapai sekitar Rp181 triliun. Angka tersebut mewakili sekitar 20 persen dari total pembiayaan yang disalurkan oleh bank dalam periode yang sama. Pembiayaan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional, khususnya dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari total kredit ekspor tersebut, sekitar Rp36 triliun dialokasikan khusus untuk UMKM. Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, menekankan bahwa peran UMKM dalam perdagangan internasional terus berkembang, meskipun dominasi masih dikuasai oleh komoditas utama. Ia menyebut bahwa peningkatan volume transaksi ekspor yang dicatat oleh sistem BNI mencapai hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp45 triliun.

Untuk memperluas akses pasar, BNI terus memperkuat program business matching yang menghubungkan pelaku UMKM lokal dengan pasar global. Program ini telah berjalan sejak masa pandemi dan menunjukkan perkembangan signifikan, dengan nilai pembiayaan yang awalnya di bawah Rp5 triliun kini mencapai Rp36 triliun. Jaringan kantor BNI di pusat-pusat bisnis internasional menjadi kunci dalam menjembatani pelaku usaha dalam negeri dengan mitra global.

Pasar terbesar yang menjadi tujuan ekspor UMKM melalui jaringan BNI saat ini adalah Amerika Serikat dan Hong Kong. Namun, peluang juga terbuka lebar di negara-negara seperti Belanda, London, dan Sydney. Iqbal menegaskan bahwa pendekatan yang terus-menerus, efisien, dan terstruktur dalam business matching dapat menjadi kunci untuk memperbesar kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya