BPH Migas dan ESDM Perkuat Distribusi BBM Subsidi di Sultra
Koordinasi intensif antara BPH Migas, Kementerian ESDM, dan pemda mendukung penyaluran BBM subsidi yang lebih merata dan efisien di Sulawesi Tenggara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kerja sama lintas sektor antara Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus diperkuat untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara. Langkah ini menjadi upaya strategis menyikapi tantangan logistik yang kerap menghambat penyaluran di daerah terpencil dan terisolasi. Evaluasi bersama menjadi fondasi utama dalam memastikan ketersediaan BBM sesuai kebutuhan masyarakat.
Kerja sama melibatkan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, BPH Migas, serta Pertamina Patra Niaga sebagai mitra implementasi. Dengan sinergi ini, diharapkan distribusi BBM subsidi dapat lebih terkoordinasi, terukur, dan responsif terhadap dinamika permintaan di lapangan. Keterlibatan pemerintah daerah juga menjadi kunci, terutama dalam menangani permasalahan akses jalan, kapasitas penyimpanan, dan distribusi akhir ke masyarakat.
Peningkatan kinerja distribusi bukan hanya soal jumlah pasokan, tetapi juga efisiensi waktu dan pengurangan potensi penyimpangan. Evaluasi rutin dilakukan untuk mengidentifikasi titik lemah dalam rantai pasok, termasuk kendala di pelabuhan, armada pengangkut, dan penyaluran ke SPBU. Hasil evaluasi langsung menjadi masukan untuk penyesuaian strategi dan alokasi sumber daya.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah memastikan setiap wilayah di Sulawesi Tenggara, termasuk daerah terluar dan terpencil, tetap tercukupi BBM bersubsidi tanpa mengalami kelangkaan atau penumpukan. Dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, diharapkan kebijakan energi nasional dapat dirasakan secara merata, mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


