Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BPH Migas dan ESDM Tinjau Terminal BBM Baubau untuk Jaga Stabilitas Energi 3T

Kunjungan bersama BPH Migas dan Kementerian ESDM ke Fuel Terminal Baubau bertujuan memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BPH Migas dan ESDM Tinjau Terminal BBM Baubau untuk Jaga Stabilitas Energi 3T
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kunjungan langsung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Fuel Terminal Baubau menjadi langkah strategis dalam memastikan keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap operasional terminal guna menilai kapasitas dan efisiensi distribusi ke wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa terminal ini memiliki peran krusial sebagai pusat penyaluran energi bagi daerah-daerah terpencil. Ia menilai Baubau berpotensi menjadi model terbaik dalam pendistribusian BBM secara terintegrasi dan andal, terutama untuk wilayah yang berada di kawasan strategis seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya manajemen langsung untuk memantau kinerja fasilitas kritikal. Ia menyoroti mobilitas kapal yang tinggi di terminal, menunjukkan aktivitas loading dan unloading BBM yang berjalan optimal. Menurutnya, keberadaan Fuel Terminal Baubau sangat mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.

Wahyudi menekankan pentingnya menjaga keandalan operasional terminal sebagai syarat utama terjaminnya ketahanan energi nasional. Ia menyatakan kesepakatan bersama Dirjen Migas untuk menjadikan Baubau sebagai percontohan pengembangan infrastruktur distribusi BBM di wilayah Indonesia Timur, demi memastikan pasokan tetap aman dan terus terjaga.

Pihaknya juga mengapresiasi Pertamina Patra Niaga sebagai pengelola yang telah menjalankan standar keselamatan tinggi serta terus meningkatkan kualitas layanan. Peninjauan ini menjadi bukti komitmen bersama antara lembaga pemerintah dan perusahaan pelat merah dalam mewujudkan pemerataan akses energi, khususnya bagi masyarakat di daerah 3T yang rentan terhadap gangguan pasokan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya