BPH Migas dan ESDM Tinjau Terminal BBM Baubau untuk Jaga Stabilitas Energi 3T
Kunjungan bersama BPH Migas dan Kementerian ESDM ke Fuel Terminal Baubau bertujuan memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kunjungan langsung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Fuel Terminal Baubau menjadi langkah strategis dalam memastikan keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap operasional terminal guna menilai kapasitas dan efisiensi distribusi ke wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa terminal ini memiliki peran krusial sebagai pusat penyaluran energi bagi daerah-daerah terpencil. Ia menilai Baubau berpotensi menjadi model terbaik dalam pendistribusian BBM secara terintegrasi dan andal, terutama untuk wilayah yang berada di kawasan strategis seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya manajemen langsung untuk memantau kinerja fasilitas kritikal. Ia menyoroti mobilitas kapal yang tinggi di terminal, menunjukkan aktivitas loading dan unloading BBM yang berjalan optimal. Menurutnya, keberadaan Fuel Terminal Baubau sangat mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.
Wahyudi menekankan pentingnya menjaga keandalan operasional terminal sebagai syarat utama terjaminnya ketahanan energi nasional. Ia menyatakan kesepakatan bersama Dirjen Migas untuk menjadikan Baubau sebagai percontohan pengembangan infrastruktur distribusi BBM di wilayah Indonesia Timur, demi memastikan pasokan tetap aman dan terus terjaga.
Pihaknya juga mengapresiasi Pertamina Patra Niaga sebagai pengelola yang telah menjalankan standar keselamatan tinggi serta terus meningkatkan kualitas layanan. Peninjauan ini menjadi bukti komitmen bersama antara lembaga pemerintah dan perusahaan pelat merah dalam mewujudkan pemerataan akses energi, khususnya bagi masyarakat di daerah 3T yang rentan terhadap gangguan pasokan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


