Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Perbaiki Kualitas Kredit Mikro di Semester I-2026

Kualitas kredit mikro BRI menunjukkan pemulihan signifikan pada semester pertama 2026, didukung penurunan rasio kredit bermasalah dan penurunan net downgrade.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Perbaiki Kualitas Kredit Mikro di Semester I-2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja kredit mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada kuartal II-2026 mencatat kemajuan nyata dalam hal kualitas aset, sejalan dengan tren penurunan rasio kredit bermasalah. Data menunjukkan rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 9,2%, dari 9,7% di kuartal I-2026 dan lebih rendah dibandingkan 10,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikasi kuat bahwa manajemen risiko di segmen mikro semakin efektif.

Selain itu, rasio kredit yang masuk kategori special mention loan (SML) juga mengalami penurunan, mencapai 3,7% pada kuartal II-2026, turun dari 4,2% di kuartal sebelumnya dan 5,2% pada kuartal II-2025. Pencadangan terhadap LAR tetap stabil di level 57%, menunjukkan konsistensi dalam perlindungan terhadap risiko kredit. Perbaikan ini diperkuat oleh penurunan rata-rata net downgrade kredit mikro, yang turun dari Rp2 triliun di kuartal I-2026 menjadi Rp1,7 triliun di kuartal II-2026, jauh lebih rendah dari puncaknya di Januari 2025 sebesar Rp3,5 triliun.

Analisis vintage kredit juga memberikan gambaran positif. Kredit mikro yang disalurkan pada kuartal IV-2025 menunjukkan rasio penurunan kualitas menjadi SML setelah enam bulan sebesar 2,4%, jauh lebih rendah dibandingkan 5% untuk kredit yang disalurkan pada kuartal I-2025. Hal ini menunjukkan peningkatan durabilitas kredit mikro yang diberikan oleh BRI dalam jangka pendek.

Meski demikian, pertumbuhan kredit mikro BRI masih terbatas, hanya mencapai 6% secara tahunan pada kuartal II-2026, sementara penyaluran Kupedes turun 21% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit secara keseluruhan didorong dominan oleh segmen korporasi dan komersial yang masing-masing tumbuh 47% dan 58% secara tahunan. Berdasarkan tren ini, proyeksi pertumbuhan kredit BRI untuk tahun 2026 direvisi menjadi 8%-10%, melampaui panduan awal sebesar 7%-9%.

Laba bersih BRI sepanjang semester I-2026 mencapai Rp30,9 triliun, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini melampaui ekspektasi berbagai lembaga analisis, termasuk Indo Premier, JP Morgan, dan konsensus pasar. Dengan dukungan penempatan dana pemerintah dan kemampuan memperoleh suku bunga tinggi dari instrumen BI, BRI diproyeksikan mampu menjaga margin bunga bersih (NIM) secara stabil, menjadikannya satu-satunya bank BUMN besar yang tidak menurunkan panduan NIM.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya