Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Pertahankan Kualitas Kredit Meski Ekspansi Tumbuh di Atas Rata-Rata Industri

Pertumbuhan kredit BRI di atas rata-rata industri didukung prinsip kehati-hatian, dengan penurunan NPL dan LaR hingga akhir Q2 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Pertahankan Kualitas Kredit Meski Ekspansi Tumbuh di Atas Rata-Rata Industri
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan BRI hingga akhir Triwulan II 2026 mencatatkan angka di atas rata-rata sektor perbankan nasional, tanpa mengorbankan kualitas aset. Perusahaan memastikan ekspansi tetap berjalan dalam koridor risiko yang dikelola secara disiplin, dengan fokus pada pengelolaan risiko sejak tahap awal akuisisi nasabah hingga pemantauan dan penagihan. Strategi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan stabilitas portofolio kredit.

Indikator kualitas aset menunjukkan tren perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) turun dari 3,0% pada akhir Triwulan II 2025 menjadi 2,9% pada periode yang sama tahun ini. Penurunan ini mencerminkan efektivitas sistem pengelolaan risiko yang diterapkan secara menyeluruh. Selain itu, rasio Loan at Risk (LaR) juga menurun dari 9,6% menjadi 9,1%, menunjukkan peningkatan profil risiko kredit baru dan pengendalian risiko yang lebih baik dalam proses penyaluran.

Peningkatan kualitas aset turut berdampak pada biaya kredit. Cost of Credit (CoC) BRI menurun dari 3,4% pada Q2 2025 menjadi 3,1% pada akhir Triwulan II 2026, menunjukkan efisiensi dalam menangani risiko kredit. Hal ini didukung oleh penguatan sistem deteksi dini (early warning system), optimalisasi penagihan, serta seleksi nasabah yang lebih ketat. Pertumbuhan yang selektif diterapkan pada segmen, sektor, dan profil nasabah dengan risiko terukur, memastikan bahwa setiap ekspansi memiliki kualitas yang terjaga.

BRI juga memanfaatkan keunggulan jaringan yang luas dan basis nasabah yang terdiversifikasi untuk memperkuat ketahanan portofolio. Dengan fokus pada UMKM sebagai inti bisnis, BRI mampu menjaga keseimbangan antara inklusi keuangan dan pengelolaan risiko yang disiplin. UMKM tidak hanya menjadi pilar ekonomi kerakyatan, tetapi juga menjadi komponen kunci dalam pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% dibanding tahun sebelumnya. Penyaluran kredit mencapai Rp1.646 triliun, naik 16,2% secara tahunan, sementara laba bersih konsolidasi mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa kualitas dan keberlanjutan dapat diraih tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya