BRI Siap Perluas Akses Rekening untuk Dukung Ekonomi Digital
BRI siap mendukung arahan presiden dalam memperluas kepemilikan rekening perbankan, dengan dukungan infrastruktur luas dan fokus pada inklusi keuangan nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi seluruh masyarakat dalam rapat terbatas di Istana Merdeka. Arahan ini ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang meminta sejumlah bank, termasuk BRI, untuk mempersiapkan layanan rekening bagi masyarakat secara masif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat inklusi dan literasi keuangan, sekaligus mempercepat integrasi ekosistem keuangan digital nasional.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan kesiapan bank untuk mendukung program tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar membuka rekening, tetapi memastikan masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil dan kelompok rentan, dapat terhubung dengan layanan keuangan formal. Dukungan dari data kependudukan yang dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, serta pemanfaatan QRIS, menjadi kunci dalam mempercepat digitalisasi transaksi dan penyaluran program pemerintah secara transparan dan efisien.
Hingga akhir triwulan II 2026, BRI telah melayani 131 juta nasabah individu melalui jaringan yang sangat luas—7.377 kantor, 637 ribu e-channel, serta 1,13 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa. Super aplikasi BRImo, yang digunakan oleh 49,7 juta pengguna, menjadi salah satu pilar utama dalam menyediakan akses keuangan digital yang mudah, cepat, dan terjangkau. Infrastruktur ini menjadi modal utama BRI untuk menjangkau masyarakat yang selama ini terbatas aksesnya ke layanan perbankan konvensional.
Peningkatan literasi keuangan menjadi fokus paralel dalam program perluasan akses. Hery menekankan bahwa tanpa pemahaman yang memadai, kepemilikan rekening tidak akan berdampak maksimal. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan rekening sebagai sarana menabung, menerima bantuan sosial, membayar secara digital, dan pada akhirnya mengakses produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peningkatan akses ke rekening juga berdampak langsung pada sektor UMKM dan pelaku ekonomi mikro. Rekening perbankan menjadi alat penting untuk mencatat aktivitas keuangan, yang pada gilirannya memperkuat kreditabilitas dan membuka peluang akses kredit. Dengan integrasi sistem pembayaran digital seperti QRIS, BRI menilai bahwa arahan presiden bukan hanya soal perluasan, tetapi transformasi sistem keuangan nasional menuju ekonomi yang lebih digital, terukur, dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


