BRI Tumbuh Di Atas Target, Kredit Naik 16,2% di Paruh Pertama 2026
Laba bersih BRI capai Rp31,2 triliun hingga semester I-2026, sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2% secara tahunan, melampaui target dan rencana bisnis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dalam penyaluran kredit dan laba bersih. Bank menyatakan laba bersih mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini tidak hanya memenuhi ekspektasi pasar, tetapi juga melampaui proyeksi dari sejumlah lembaga analis, termasuk Indo Premier Sekuritas, JP Morgan, dan BNI Sekuritas.
Dalam fungsi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BRI mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% dari tahun sebelumnya. Porsi kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendominasi sebesar 75,1%, dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,6% secara tahunan. Pertumbuhan ini jauh melampaui rencana bisnis tahunan yang telah ditetapkan, menunjukkan efektivitas strategi penyaluran kredit yang terfokus pada sektor produktif.
Kualitas aset BRI juga mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 2,9%, sementara pencadangan kredit bermasalah (NPL coverage) meningkat hingga 180%. Di sisi lain, rasio kredit dalam risiko (LAR) turun menjadi 9,2%, dengan peningkatan LAR coverage sebesar 57%. Penurunan ini mencerminkan pengelolaan risiko yang lebih ketat, terutama pada segmen mikro yang sebelumnya mencatat NPL tertinggi hingga Rp3,5 triliun pada Januari 2025.
Pertumbuhan kredit juga didorong oleh kenaikan signifikan pada segmen korporasi dan komersial, masing-masing tumbuh 47% dan 58% secara tahunan. Dukungan dari penempatan dana pemerintah yang dikelola dengan suku bunga tinggi di BI turut menjadi faktor pendukung kenaikan margin bunga bersih (NIM). Sejalan dengan momentum ini, manajemen BRI merevisi panduan pertumbuhan kredit tahunan 2026 menjadi 8-10%, naik dari sebelumnya 7-9%, sementara tetap mempertahankan kebijakan NIM, biaya kredit, dan rasio CIR.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


