BRI Ungkap Tiga Pilar Kunci Ekspor UMKM Indonesia
BRI menegaskan tiga pilar utama yang harus dipenuhi UMKM agar mampu masuk pasar ekspor: kapasitas produksi, literasi keuangan, dan akses pasar global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengidentifikasi tiga elemen krusial yang wajib dimiliki pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mampu menembus pasar internasional. Ketiga pilar tersebut meliputi kemampuan produksi yang memadai, pemahaman keuangan yang baik, serta jaringan akses bisnis ke luar negeri. Menurut Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris, ketiga aspek ini saling terkait dan menjadi fondasi utama dalam upaya ekspansi UMKM ke kancah global.
Kapasitas produksi yang handal menjadi syarat pertama, yang tak bisa dipisahkan dari akses terhadap modal kerja. BRI menekankan peran perbankan dalam memfasilitasi pembiayaan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk. Dengan modal yang cukup, pelaku usaha bisa memenuhi standar internasional, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Data internal BRI menunjukkan bahwa sekitar 65 persen pembiayaan UMKM tahunan berasal dari lembaga ini, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor ini.
Kedua, literasi keuangan menjadi kunci utama saat UMKM mulai berinteraksi dengan pasar global. Alexander menegaskan bahwa ekspor bukan sekadar penjualan, tetapi juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Calon pembeli asing kerap mengevaluasi keberlanjutan dan kredibilitas produsen melalui laporan keuangan dan sumber daya yang digunakan. Untuk itu, BRI tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga pendampingan melalui program seperti Klasterku, Desa BRILiaN, dan LinkUMKM yang telah menjangkau lebih dari 17,3 juta pelaku usaha.
Terakhir, akses pasar menjadi faktor penentu. Bahkan dengan modal dan kualitas produksi baik, UMKM tetap tidak bisa mengekspor tanpa jaringan distribusi dan mitra bisnis di luar negeri. BRI menjawab tantangan ini melalui BRI UMKM Expo, yang tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang koneksi bisnis. Pada edisi terakhir, nilai transaksi yang tercatat mencapai 90,6 juta dolar AS, menunjukkan minat yang nyata dari UMKM terhadap ekspor. Selain itu, konsep One BRI Solution memungkinkan integrasi antara UMKM dengan nasabah korporasi dan komersial BRI, membuka peluang ekspor secara langsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


