Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRIN Percepat Pengembangan Roket Dua Tingkat, Uji Terbang 2029 Jadi Fokus Utama

BRIN menargetkan uji terbang roket dua tingkat pada 2029 dengan dukungan program strategis dan pengembangan teknologi kunci mulai tahun ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
BRIN Percepat Pengembangan Roket Dua Tingkat, Uji Terbang 2029 Jadi Fokus Utama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mempercepat pengembangan teknologi roket dua tingkat sebagai langkah strategis menuju kemandirian di bidang keantariksaan. Rencana ini didukung oleh Program Riset Invitasi Strategis (PRIS), yang memberikan ruang bagi peneliti untuk fokus pada inovasi teknologi kunci seperti motor roket RX 450, sistem separasi, kontrol penerbangan, dan telemetri. Langkah ini sejalan dengan peta jalan riset yang telah disusun secara sistematis untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional dalam sektor antariksa.

Pada tahun ini, tim peneliti BRIN akan menyelesaikan desain keseluruhan roket dua tingkat, termasuk sistem pemisahan antar tingkat, serta melanjutkan pengembangan motor roket RX 450 dengan jangkauan hingga 100 kilometer. Proses ini dilakukan dengan dukungan anggaran khusus dari PRIS, yang dinilai menjadi pemicu semangat kerja bagi para peneliti. Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun fondasi teknologi antariksa yang mandiri dan berkelanjutan.

Tahapan pengembangan telah dirancang secara bertahap. Uji sistem separasi dijadwalkan dilakukan pada 2027, setelah melalui proses evaluasi desain, Critical Design Review (CDR), dan uji statis motor roket berperforma tinggi. Pada 2028, BRIN akan melakukan uji terbang terpisah untuk tingkat pertama dan kedua roket sebagai persiapan final. Tahun 2029 menjadi target utama untuk uji terbang lengkap roket dua tingkat secara keseluruhan, yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah teknologi antariksa Indonesia.

Selain roket, BRIN juga aktif dalam upaya pembangunan Bandar Antariksa yang telah diamanatkan oleh undang-undang. Untuk mempercepat realisasi proyek strategis ini, BRIN menjalin kemitraan dengan dua investor strategis—satu fokus pada roket berukuran besar, dan satu lainnya pada roket kecil. Proses konsolidasi kesepakatan antara BRIN dan mitra telah memasuki tahap akhir. Desain dasar bandar diharapkan selesai pada 2026, diikuti dengan pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar pada 2027, sekaligus menyelesaikan regulasi dan perjanjian kerja sama dengan mitra internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya