Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bulog Naikkan Kuota SPHP 1 Juta Ton Hadapi El Nino hingga 2027

Perum Bulog menambah kuota beras SPHP sebesar satu juta ton untuk antisipasi dampak El Nino yang diproyeksi berlangsung hingga Maret 2027, dengan anggaran tambahan Rp1,1 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bulog Naikkan Kuota SPHP 1 Juta Ton Hadapi El Nino hingga 2027
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog resmi menaikkan alokasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar satu juta ton, sebagai respons terhadap ancaman krisis pangan akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Maret 2027. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI dalam forum diskusi terkait.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan penambahan kuota tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan beras di daerah rawan dampak cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa alokasi tambahan ini bukan sekadar jumlah, tetapi bagian dari perencanaan antisipatif yang melibatkan pemantauan intensif terhadap wilayah yang berpotensi mengalami penurunan produksi padi akibat perubahan iklim.

Untuk menopang penyaluran tersebut, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp1,1 triliun, dihitung dari harga pokok beras per ton sebesar Rp11 ribu. Dengan peningkatan ini, Bulog memastikan mekanisme distribusi tetap berjalan sesuai prosedur, namun dengan penekanan pada penjangkauan ke daerah-daerah yang paling terdampak.

Rizal menegaskan bahwa kualitas beras SPHP tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa penyaluran harus diiringi dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi penurunan standar kualitas yang berpotensi menimbulkan ketidakpuasan masyarakat. Tujuan utamanya tetap memastikan akses beras murah dan berkualitas bagi konsumen, terutama di masa ketidakpastian iklim yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya