Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bupati Bombana Serukan Stop Bakar Lahan, 23,9 Hektare Terbakar di Agustus

Bupati Bombana imbau masyarakat hentikan praktik bakar lahan menyusul kebakaran yang melahap 23,9 hektare lahan sejak Agustus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bupati Bombana Serukan Stop Bakar Lahan, 23,9 Hektare Terbakar di Agustus
Foto: Kendari Pos

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Bombana kembali mengingatkan seluruh warga untuk menghentikan aktivitas membakar lahan secara sembarangan. Imbauan ini disampaikan menyusul data terbaru yang menunjukkan sebanyak 23,9 hektare lahan telah terbakar sejak bulan Agustus, menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kerusakan lingkungan. Bupati menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah kebakaran yang berpotensi meluas.

Dalam pernyataan resminya, Bupati menegaskan bahwa pembakaran lahan bukan solusi praktis dalam pengelolaan lahan, melainkan aktivitas yang berisiko tinggi dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta mengancam keberlangsungan ekosistem. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk petani dan pengusaha pertanian, untuk beralih ke metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Upaya pencegahan juga telah dilakukan melalui koordinasi lintas dinas dan peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran. Tim gabungan dari instansi terkait rutin melakukan pemantauan dan tindakan preventif, terutama di kawasan hutan dan lahan kering yang rentan terbakar. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas membakar lahan secara ilegal.

Tujuan utama imbauan ini adalah menjaga kualitas lingkungan, mencegah kerusakan ekosistem, serta menekan risiko kesehatan akibat asap kebakaran. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan lahan yang telah terbakar dapat segera direhabilitasi secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya