Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Resmi Operasikan Pabrik di Subang, Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal

Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi dan menyerap 5.000 pekerja lokal, sementara perusahaan menghentikan impor kendaraan utuh untuk fokus produksi domestik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Resmi Operasikan Pabrik di Subang, Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pabrik kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, secara resmi mulai beroperasi pada hari Kamis, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kehadiran di pasar Indonesia. Dalam acara peresmian, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang menyatakan bahwa pabrik ini telah berhasil merekrut sekitar lima ribu tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal.

Dengan beroperasinya fasilitas produksi ini, PT BYD Motor Indonesia menghentikan kebijakan impor mobil utuh. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat pemenuhan permintaan pasar domestik melalui produksi lokal yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan konsumen. Fokus pada manufaktur dalam negeri diharapkan mampu menekan biaya dan mempercepat distribusi kendaraan listrik ke seluruh wilayah Indonesia.

Pasar Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama dengan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan. Kehadiran BYD di Subang tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekosistem mobilitas berkelanjutan di tanah air. Perusahaan menargetkan produksi massal yang dapat mendukung ekspansi pasar nasional dan regional dalam lima tahun ke depan.

Sejalan dengan tren global, BYD berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kinerja pabrik dan kualitas produk. Dengan tenaga kerja lokal yang terlatih dan sistem produksi yang terintegrasi, perusahaan berharap dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri otomotif listrik Indonesia, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi industri manufaktur berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya