BYD Resmi Operasikan Pabrik di Subang, Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi dan menyerap 5.000 pekerja lokal, sementara perusahaan menghentikan impor kendaraan utuh untuk fokus produksi domestik.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pabrik kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, secara resmi mulai beroperasi pada hari Kamis, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kehadiran di pasar Indonesia. Dalam acara peresmian, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang menyatakan bahwa pabrik ini telah berhasil merekrut sekitar lima ribu tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal.
Dengan beroperasinya fasilitas produksi ini, PT BYD Motor Indonesia menghentikan kebijakan impor mobil utuh. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat pemenuhan permintaan pasar domestik melalui produksi lokal yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan konsumen. Fokus pada manufaktur dalam negeri diharapkan mampu menekan biaya dan mempercepat distribusi kendaraan listrik ke seluruh wilayah Indonesia.
Pasar Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama dengan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan. Kehadiran BYD di Subang tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekosistem mobilitas berkelanjutan di tanah air. Perusahaan menargetkan produksi massal yang dapat mendukung ekspansi pasar nasional dan regional dalam lima tahun ke depan.
Sejalan dengan tren global, BYD berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kinerja pabrik dan kualitas produk. Dengan tenaga kerja lokal yang terlatih dan sistem produksi yang terintegrasi, perusahaan berharap dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri otomotif listrik Indonesia, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi industri manufaktur berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


