Cadev RI Tembus US$146,5 M, Didorong Penerimaan Pajak dan Pinjaman Luar Negeri
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar, naik dari US$145,3 miliar bulan sebelumnya, didorong penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencatatkan angka sebesar US$146,5 miliar, mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya yang berada di level US$145,3 miliar. Kenaikan ini terjadi meskipun BI tetap menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan global yang masih tinggi. Peningkatan cadangan tersebut dipengaruhi oleh arus masuk dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.
Dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan bahwa peningkatan cadangan devisa tetap berjalan di tengah beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ia menyebut bahwa cadangan devisa saat ini mampu menutup kebutuhan impor selama 5,4 bulan, atau jika dikaitkan dengan pembayaran utang luar negeri, mencapai 5,3 bulan. Angka ini jauh melampaui standar internasional yang disyaratkan sebesar tiga bulan impor, menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat.
BI menilai posisi cadangan devisa yang memadai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. Dengan cadangan yang berada di atas ambang batas kecukupan, pemerintah dan bank sentral diyakini mampu menyerap tekanan eksternal, termasuk gejolak pasar global. Hal ini juga mendukung kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, yang tetap menarik karena imbal hasil investasi yang kompetitif.
Peningkatan sinergi antara BI dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan eksternal ke depan. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi perekonomian, menjaga stabilitas nilai tukar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Denny menegaskan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil saat ini menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga kemandirian dan keberlanjutan ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

