Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Call Center 112 Kendari Catat 2.740 Panggilan di Agustus, 757 Dianggap Prank

Dalam sebulan, layanan darurat 112 di Kendari menerima 2.740 panggilan, termasuk 757 panggilan prank yang mengganggu operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Call Center 112 Kendari Catat 2.740 Panggilan di Agustus, 757 Dianggap Prank
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Layanan call center darurat 112 di Kota Kendari mencatat jumlah panggilan mencapai 2.740 selama bulan Agustus, menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sistem penanganan darurat. Dari total tersebut, sebanyak 757 panggilan dikategorikan sebagai prank, yang berpotensi mengganggu operasional dan membebani sumber daya yang seharusnya digunakan untuk menangani keadaan darurat nyata.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari menyatakan bahwa angka prank ini menjadi perhatian serius, karena dapat menghambat respons cepat tim medis dan petugas darurat. Ia menekankan bahwa penggunaan layanan 112 harus dilakukan secara bertanggung jawab, mengingat sumber daya yang terbatas dan waktu yang kritis dalam penanganan kegawatdaruratan.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan layanan darurat untuk hiburan atau percobaan. Setiap panggilan yang tidak valid berpotensi menyebabkan penundaan penanganan kasus nyata, yang dapat berdampak pada keselamatan jiwa. Dalam beberapa kasus, panggilan prank bahkan telah mengakibatkan penundaan penanganan korban kecelakaan dan serangan jantung.

Upaya edukasi terus dilakukan melalui kampanye sosial dan kolaborasi dengan instansi terkait untuk menekan angka prank. Pemerintah kota juga menekankan pentingnya kesadaran publik bahwa layanan 112 adalah sarana perlindungan nyata, bukan alat hiburan. Tujuan utamanya tetap menjaga kecepatan respons dan efektivitas penanganan darurat bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya