Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

CEO Instagram Bantah Sembunyikan Data Penggunaan Fitur Remaja

Adam Mosseri membantah tuduhan menyembunyikan data rendahnya penggunaan fitur remaja di Instagram saat bersaksi di sidang pengadilan federal California.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
CEO Instagram Bantah Sembunyikan Data Penggunaan Fitur Remaja
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Adam Mosseri, pimpinan Instagram, menegaskan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan timnya untuk menyembunyikan informasi terkait rendahnya tingkat penggunaan fitur khusus remaja dalam aplikasi. Pernyataan ini disampaikannya dalam sidang pengadilan federal di Oakland, California, sebagai respons terhadap tuduhan dari sejumlah negara bagian AS yang menuduh Meta sengaja merancang platform untuk membuat anak-anak kecanduan dan menutupi dampak negatifnya. Mosseri menekankan bahwa keputusan untuk tidak merilis data detail tidak sama dengan upaya menutupi fakta.

Pertanyaan krusial muncul saat jaksa dari Colorado, Jason Slothouber, menyebut bahwa hanya 1,8 persen remaja yang menggunakan fitur 'Take a Break'—fitur yang dirancang untuk mengingatkan pengguna agar berhenti aktif jika terlalu lama menggunakan aplikasi. Mosseri menanggapi bahwa pihaknya memang tidak pernah mengumumkan angka spesifik terkait fitur tersebut, tetapi menegaskan bahwa tingkat penggunaannya rendah, sesuai dengan yang telah disampaikannya secara terbuka sebelumnya. Ia menegaskan tidak pernah menyebutkan angka persentase secara eksplisit dalam publikasi resmi.

Sidang yang telah berlangsung sejak pekan lalu menyoroti dugaan pelanggaran terhadap hukum perlindungan data anak, termasuk pengumpulan informasi tanpa izin orang tua dari pengguna di bawah usia 13 tahun. Jika terbukti bersalah, Meta berpotensi dikenai denda hingga 200 miliar dolar AS dan diwajibkan melakukan perubahan besar dalam desain produk untuk menjaga keamanan pengguna anak. Beberapa ahli hukum memperkirakan hasil sidang ini bisa menjadi preseden penting bagi regulasi media sosial global.

Meta tetap membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa tuntutan tersebut didorong oleh tujuan finansial, bukan kepentingan publik. Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa tim keamanan terus berupaya meningkatkan perlindungan pengguna, termasuk anak-anak. Selama sidang, juri juga mendengar kesaksian mantan insinyur keamanan Meta, Arutro Bejar, yang menyatakan adanya strategi sistematis menutup akses informasi mengenai keamanan anak. Sementara itu, sejumlah psikolog dan mantan karyawan juga memberikan pernyataan sebagai bagian dari proses hukum yang diperkirakan berlanjut hingga bulan September, dengan rencana panggilan Mark Zuckerberg sebagai saksi utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya