CFIRST Tegaskan Kedaulatan Indonesia dalam Forum Internasional
Arif Gepeng minta Francesca Albanese menghargai keberagaman dan kedaulatan Indonesia saat berbicara soal politik luar negeri di ajang sastra internasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 19x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Francesca Albanese diminta memperhatikan konteks multikultural dan keberagaman Indonesia saat berbicara di forum internasional, khususnya dalam forum Ubud Writers & Readers Festival. Arif “Gepeng” Mirdjaja, Direktur CFIRST dan aktivis 1998, menekankan pentingnya menghormati kebebasan beragama serta nilai-nilai toleransi yang menjadi fondasi sosial bangsa. Ia menegaskan bahwa ruang publik di Indonesia tidak boleh dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi yang memperkeruh suasana atau memicu polarisasi sosial.
Kehadiran tokoh internasional di Indonesia, menurut Arif, harus didasarkan pada penghormatan terhadap keragaman identitas dan kebijakan nasional yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keberpihakan sendiri dalam menangani isu-isu global, termasuk konflik di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967. “Indonesia berdaulat dalam menentukan posisi politik luar negerinya, dan tidak perlu diberi tahu oleh pihak lain bagaimana harus bersikap,” tegasnya.
Arif juga menyoroti pentingnya konsistensi dan objektivitas dalam menyampaikan pernyataan soal hak asasi manusia. Ia menekankan bahwa prinsip HAM harus diterapkan secara universal, tanpa diskriminasi. Setiap dugaan pelanggaran, siapa pun pelakunya, harus ditangani secara adil dan berbasis bukti. “Penghukuman atau kritik tidak boleh ditujukan hanya pada satu pihak, apalagi jika tanpa verifikasi yang memadai,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan metode dan sumber data yang digunakan oleh Albanese dalam menyampaikan informasi tentang kondisi di Jalur Gaza. Arif menekankan bahwa klaim tentang situasi konflik harus disertai transparansi mengenai sumber informasi, proses verifikasi, serta keterbatasan akses lapangan yang memengaruhi akurasi data. Menurutnya, keberadaan di forum internasional bukan berarti bebas dari tanggung jawab akademik dan etika keberpihakan.
Pesan utama dari pernyataan ini adalah perlunya penghormatan terhadap kedaulatan negara dalam menyikapi isu global, sekaligus pentingnya menyampaikan informasi dengan standar akuntabilitas tinggi. Indonesia, sebagai negara dengan komposisi sosial yang kompleks, menuntut pendekatan yang bijak, objektif, dan tidak memihak dalam setiap pernyataan yang menyangkut kebijakan luar negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ngatiyem Bangkitkan Jamu H’Dayah dari Pengalaman Sakit Suami
Pelaku UMKM asal Ciawi, Bogor, mengembangkan jamu instan H’Dayah berbasis herbal setelah suaminya sembuh dari gangguan paru-paru dan hati setelah mengonsumsi racikan kunyit putih dan jahe merah.
24 Oktober 2026

Peradi SAI dan TP PKK Gelar Sosialisasi Hukum di Bali
Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum digelar di Denpasar untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan kekerasan fisik dan verbal melalui edukasi hukum.
24 Oktober 2026

Pemanggilan Ulang Dandhy Laksono Dijadwalkan 27 Oktober
Polda Metro Jaya mengatur ulang pemanggilan sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, untuk klarifikasi terkait laporan narasumber yang menilai karya tersebut melanggar privasi.
24 Oktober 2026

Jelang Bulan Pemburu, Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan dengan Hujan Malam
BMKG memperkirakan Jakarta berawan hingga berawan tebal pada 24 Oktober 2026, dengan potensi hujan di Selatan dan Timur malam hari, menjelang fenomena Hunter's Moon.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

