Chery Akui Kualitas Omoda 5 Bermasalah, Langsung Minta Maaf ke Pemerintah Malaysia
Chairman Chery Holding Group secara terbuka meminta maaf atas insiden as roda Omoda 5 copot di Malaysia, yang memicu recall 8.878 unit dan penangguhan sertifikasi kendaraan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Chairman Chery Holding Group, Yin Tongyue, mengungkapkan permohonan maaf langsung kepada pemerintah Malaysia atas persoalan kualitas produk Chery di pasar negara tersebut. Pengakuan ini disampaikan dalam acara World Intelligent Connected Vehicles Conference pada Rabu (21/10), sehari setelah insiden as roda belakang Omoda 5 copot di Johor Bahru. Yin menegaskan bahwa dirinya telah menemui Menteri Perindustrian Malaysia pada hari yang sama dan berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh terhadap konsumen yang terdampak.
Insiden tersebut memicu tindakan tegas dari Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia, yang menangguhkan sertifikasi tipe kendaraan (VTA) untuk Omoda 5 sejak 11 Oktober. Pendaftaran baru model ini dibekukan hingga hasil investigasi teknis selesai. JPJ juga melakukan audit menyeluruh terhadap lini produksi, prosedur perakitan, serta kualitas komponen as roda, termasuk proses las yang menjadi fokus utama. Chery Auto Malaysia kemudian mengumumkan program recall untuk varian C dan H, menjangkau total 8.878 unit, dengan pemeriksaan dan penggantian komponen dilakukan secara gratis di bengkel resmi.
Yin menekankan pentingnya pendekatan bijak dalam ekspansi global, menolak pendekatan serampangan yang hanya mengejar keuntungan cepat. Ia menekankan bahwa ekspansi ke luar negeri harus dilakukan dengan rendah hati, menghargai aturan lokal, dan tidak sekadar menjadi "tukang bual" di pasar internasional. Ia memperingatkan bahwa tanpa persiapan matang, ekspansi bisa berubah dari chuhai—melaut—menjadi tianhai, atau menimbun laut, yang menggambarkan kegagalan strategis.
Ini bukan pertama kalinya Chery menghadapi masalah serupa di Malaysia. Pada 2024, perusahaan telah menarik 600 unit Omoda 5 akibat kesalahan kalibrasi alat las, dengan 60 unit dari produksi 15 Agustus 2023 teridentifikasi menggunakan komponen bermasalah. Sejak September 2025, Omoda 5 di Malaysia telah digantikan oleh model Chery O5 yang menggunakan suspensi belakang multi-link, berbeda dari versi sebelumnya yang memakai torsion beam.
Di Indonesia, Omoda 5 dipasarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI) melalui mitra produksi Handal Indonesia Motor, berbeda dengan produksi Malaysia yang dilakukan di Inokom, Kedah. Versi penyegaran model ini telah berganti nama menjadi Chery C5 sejak Juni 2025 dan juga telah menggunakan suspensi belakang multi-link. CSI menyatakan hingga kini belum menerima laporan insiden serupa di Tanah Air. Meski demikian, perusahaan tetap membuka akses pemeriksaan gratis bagi konsumen yang ingin memastikan kondisi kendaraan melalui layanan pelanggan atau bengkel resmi, meskipun tidak termasuk dalam program recall resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

