Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Tayangkan Drama AI Pertama di Slot Utama TV

Drama Beyond Wukong menjadi produksi pertama di China yang sepenuhnya dibuat dengan kecerdasan buatan dan tayang di jam utama televisi nasional pada 2 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
China Tayangkan Drama AI Pertama di Slot Utama TV
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada 2 September 2026, China melakukan terobosan signifikan dalam industri hiburan dengan menayangkan serial drama berjudul *Beyond Wukong* di slot jam tayang utama stasiun televisi nasional. Drama ini menjadi yang pertama di dunia yang sepenuhnya dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, mulai dari pembuatan visual hingga penataan adegan. Proyek ini juga menjadi implementasi nyata dari kebijakan baru regulator penyiaran yang dikenal sebagai 21 Broadcasting Guidelines, yang memungkinkan evaluasi konten secara bertahap selama produksi berlangsung.

*Beyond Wukong* merupakan adaptasi dari karya klasik Dinasti Ming, *Journey to the West*, dengan narasi yang berlangsung seribu tahun setelah era Kera Sakti. Cerita mengikuti perjalanan Sun Xiaosheng, seekor kera batu muda yang berusaha memulihkan keseimbangan kosmik. Seluruh estetika visualnya dirancang dengan menggabungkan lukisan tradisional Tiongkok dan teknologi digital modern, menciptakan tampilan yang menonjolkan kekayaan budaya klasik dalam bentuk yang kontemporer.

Meski AI menjadi inti dari produksi, tim kreatif menegaskan bahwa seluruh proses kreatif tetap dikendalikan oleh manusia. Sutradara Li Dongshen menekankan bahwa penulisan naskah, pengembangan karakter, dan arah emosional cerita sepenuhnya dibuat oleh penulis manusia. AI hanya digunakan untuk mempercepat proses visualisasi dan penataan adegan, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia. Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada model AI yang mampu menulis naskah secara mandiri dan autonomi kreatif tetap berada di tangan insan.

Penggunaan AI dalam produksi ini memicu perdebatan luas di media sosial Tiongkok. Sebagian penonton menyambut baik dengan mengapresiasi keindahan visual dan inovasi teknologi, sementara yang lain khawatir akan hilangnya kedalaman emosional dan keaslian karya seni. Beberapa pengamat menyebut bahwa ekspresi mikro karakter buatan AI masih terasa kaku, serta perkembangan emosi terkesan mekanis. Namun, para ahli seperti Zhang Peng dari Universitas Normal Nanjing menilai bahwa proyek ini membuktikan bahwa AIGC telah melampaui batas konten pendek di media sosial dan mulai masuk ke industri televisi arus utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya