Danantara Percepat Merger BUMN Karya, Tuntaskan Penyelamatan Tahun Ini
Proses konsolidasi BUMN Karya dipacu Danantara Indonesia agar selesai dalam tahun ini, dengan fokus pada penyehatan struktural dan penyelesaian utang besar tanpa mengabaikan dampak ekosistem.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Danantara Indonesia kini mempercepat proses penggabungan (merger) sejumlah perusahaan BUMN di sektor karya, dengan target penyelesaian menyeluruh pada akhir tahun ini. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan dan memperkuat fondasi keuangan serta operasional perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami tekanan berkelanjutan. Proses konsolidasi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kinerja, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem konstruksi nasional yang sehat dan efisien.
Saat dikonfirmasi di kompleks parlemen Jakarta, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final mengenai entitas BUMN Karya mana yang akan menjadi pilar utama setelah merger. Ia menyebut belum tentu PT Adhi Karya atau PT PP yang menjadi entitas peninggalan utama, karena keputusan akhir akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, kapasitas, dan potensi pengembangan masing-masing perusahaan.
Dony menekankan bahwa konsolidasi bukan sekadar penggabungan, melainkan transformasi mendalam untuk memperbaiki struktur perusahaan yang sebelumnya terbebani utang mencapai ratusan triliun rupiah. Masalah ini diperparah dengan kompleksitas struktur anak dan cucu perusahaan yang mencapai puluhan entitas, menyulitkan pengelolaan dan pengawasan. Oleh karena itu, proses restrukturisasi harus dilakukan secara hati-hati, menghindari dampak negatif terhadap karyawan, mitra kerja, dan ekosistem bisnis yang terkait.
Ia menyatakan bahwa solusi instan seperti penggabungan cepat atau likuidasi bisa dilakukan, tetapi akan berisiko tinggi terhadap stabilitas ekonomi dan sosial. Dengan demikian, Danantara memilih pendekatan bertahap dan berkelanjutan, yang menekankan transparansi, keterlibatan pihak-pihak terkait, serta keberlanjutan operasional. “Masalah ini sudah berlangsung lama dan kompleks, sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara bertahap dan matang,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

