Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Percepat Merger BUMN Karya, Tuntaskan Penyelamatan Tahun Ini

Proses konsolidasi BUMN Karya dipacu Danantara Indonesia agar selesai dalam tahun ini, dengan fokus pada penyehatan struktural dan penyelesaian utang besar tanpa mengabaikan dampak ekosistem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Percepat Merger BUMN Karya, Tuntaskan Penyelamatan Tahun Ini
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Danantara Indonesia kini mempercepat proses penggabungan (merger) sejumlah perusahaan BUMN di sektor karya, dengan target penyelesaian menyeluruh pada akhir tahun ini. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan dan memperkuat fondasi keuangan serta operasional perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami tekanan berkelanjutan. Proses konsolidasi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kinerja, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem konstruksi nasional yang sehat dan efisien.

Saat dikonfirmasi di kompleks parlemen Jakarta, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final mengenai entitas BUMN Karya mana yang akan menjadi pilar utama setelah merger. Ia menyebut belum tentu PT Adhi Karya atau PT PP yang menjadi entitas peninggalan utama, karena keputusan akhir akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, kapasitas, dan potensi pengembangan masing-masing perusahaan.

Dony menekankan bahwa konsolidasi bukan sekadar penggabungan, melainkan transformasi mendalam untuk memperbaiki struktur perusahaan yang sebelumnya terbebani utang mencapai ratusan triliun rupiah. Masalah ini diperparah dengan kompleksitas struktur anak dan cucu perusahaan yang mencapai puluhan entitas, menyulitkan pengelolaan dan pengawasan. Oleh karena itu, proses restrukturisasi harus dilakukan secara hati-hati, menghindari dampak negatif terhadap karyawan, mitra kerja, dan ekosistem bisnis yang terkait.

Ia menyatakan bahwa solusi instan seperti penggabungan cepat atau likuidasi bisa dilakukan, tetapi akan berisiko tinggi terhadap stabilitas ekonomi dan sosial. Dengan demikian, Danantara memilih pendekatan bertahap dan berkelanjutan, yang menekankan transparansi, keterlibatan pihak-pihak terkait, serta keberlanjutan operasional. “Masalah ini sudah berlangsung lama dan kompleks, sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara bertahap dan matang,” ujarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya