Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Percepat Transformasi BUMN Melalui Model Holding Strategis

Transformasi besar-besaran dilakukan Danantara terhadap Telkom dengan mengubah struktur bisnis menjadi strategic holding untuk efisiensi dan kesehatan keuangan BUMN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Percepat Transformasi BUMN Melalui Model Holding Strategis
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mendorong perubahan mendasar dalam struktur dan operasional BUMN, termasuk PT Telkom Indonesia (Persero), dengan tujuan utama menyehatkan kinerja keuangan perusahaan negara. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah mengubah model bisnis Telkom menjadi strategic holding, di mana aktivitas inti seperti pemasangan infrastruktur fiber optic kini dikoordinasikan melalui induk perusahaan secara terpusat.

Dalam penyampaian di acara khusus, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa sebelum transformasi, proses pemasangan fiber optic melibatkan hingga empat entitas berbeda, masing-masing mengambil margin, sehingga biaya akhir menjadi 150% lebih tinggi dibandingkan pesaing. Dengan pendekatan baru, alur kerja diperpendek dan efisiensi ditingkatkan, menghasilkan penghematan hingga Rp30 triliun secara keseluruhan dalam ekosistem.

Pendekatan ini menekankan pentingnya konsolidasi dan pengelolaan terpadu terhadap seluruh entitas BUMN. Sebelum adanya Danantara, perusahaan negara beroperasi secara terpisah, membentuk anak perusahaan dan unit usaha tanpa koordinasi strategis, bahkan dalam bidang yang tidak relevan dengan inti kompetensi. Akibatnya, tidak ada mekanisme saling dukung antar BUMN saat satu entitas menghadapi tantangan keuangan.

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa dari 1.074 entitas BUMN yang teridentifikasi, sekitar 52% berada dalam kondisi merugi, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp20 triliun. Danantara berpegang pada prinsip bahwa kesehatan dan kinerja BUMN menjadi fondasi utama keberlanjutan mandatnya sebagai motor perekonomian nasional. Sumber dana Danantara berasal dari hasil pengelolaan BUMN, bukan dari kelebihan fiskal, sehingga kualitas pengelolaan menjadi faktor penentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya