Danantara Tekankan Kredit Dijamin Negara Tak Berisiko Macet
COO BPI Danantara menegaskan kredit yang dijamin negara, seperti yang diberikan ke KDKMP, tidak berisiko macet karena kepastian jaminan pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dony Oskaria, selaku COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, membantah anggapan bahwa penyaluran kredit melalui Himbara berpotensi menimbulkan kredit macet. Ia menekankan bahwa instrumen kredit yang dijamin langsung oleh negara memiliki tingkat keamanan tertinggi, sehingga tidak mungkin mengalami gagal bayar. Menurutnya, jaminan pemerintah menjadi penjamin utama terhadap kewajiban pembayaran, menjadikan kredit tersebut aman secara struktural.
Ia menegaskan bahwa skema pendanaan yang diterapkan oleh Himbara bersifat B2B, bukan pendanaan langsung ke program pemerintah. Dalam praktiknya, setiap kredit diberikan berdasarkan kelayakan bisnis dan prosedur standar perbankan, tanpa pengecualian. "Kami hanya menyalurkan kredit sesuai mekanisme yang berlaku, tidak ada pengecualian karena sifatnya komersial," ujarnya dalam pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan.
Salah satu contoh nyata penyaluran kredit tersebut adalah pada PT Agrinas Pangan Nusantara yang memperoleh dana sebesar Rp240 triliun dari Himbara. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pendanaan Koperasi Desa Kemitraan Mandiri Pangan (KDKMP), dengan skema pinjaman hingga Rp3 miliar per gerai. Angsuran tahunan yang harus dibayar mencapai Rp40 triliun selama periode enam tahun.
Pembayaran angsuran pertama dijadwalkan pada September 2026, setelah mendapat verifikasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Keberlangsungan pembayaran ini dijamin oleh jaminan negara, yang menjadi dasar utama keamanan kredit tersebut. Dony menegaskan bahwa keberhasilan pelunasan tidak bergantung pada kondisi operasional perusahaan semata, melainkan pada kepastian jaminan dari pemerintah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


