Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dalam Survei, Dukungan Meningkat di Sultra
Survei terbaru menunjukkan Dedi Mulyadi meraih 42 persen dukungan, jauh unggul dari Prabowo yang hanya 20 persen, menggambarkan pola preferensi pemilih di Sulawesi Tenggara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Hasil survei terbaru mengungkapkan dominasi Dedi Mulyadi dalam preferensi pemilih di Sulawesi Tenggara, dengan angka dukungan mencapai 42 persen. Angka ini jauh melampaui capaian Prabowo yang hanya meraih 20 persen, menandai perbedaan signifikan dalam arus dukungan di wilayah tersebut. Peneliti menyebut tren ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari keberlanjutan kehadiran dan keterlibatan politik aktif di tingkat lokal.
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa keberhasilan Dedi Mulyadi didukung oleh strategi komunikasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan muda, petani, dan pelaku usaha mikro. Kebijakan yang dianggap pro-rakyat dan aksesibilitas yang tinggi menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan publik. Sebaliknya, meski Prabowo memiliki basis dukungan kuat di wilayah lain, capaian 20 persen di Sultra menunjukkan keterbatasan penetrasi di daerah tersebut.
Peneliti menekankan bahwa pola dukungan ini mencerminkan preferensi lokal yang lebih menekankan kinerja konkret dibandingkan simbolisme politik. Dukungan terhadap Dedi Mulyadi didorong oleh rekam jejak konsistensi dalam kebijakan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pemilih di Sultra lebih responsif terhadap hasil nyata daripada narasi politik semata.
Dengan angka yang jauh berbeda, survei ini menggambarkan dinamika politik yang kini berkembang di wilayah Sulawesi Tenggara. Pemilih tidak lagi mengikuti arus nasional secara buta, melainkan menilai calon berdasarkan kinerja dan keterdekatannya dengan kebutuhan lokal. Pola ini diperkirakan akan menjadi acuan penting dalam menyusun strategi kampanye di masa depan, khususnya di daerah dengan karakteristik sosial dan ekonomi yang unik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


