Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Defisit APBN Tetap Terkendali di Bawah 1% PDB

Defisit anggaran hingga Juli 2026 mencapai 0,91% dari PDB, jauh di bawah batas aman dan target APBN, dengan penerimaan pajak tumbuh 23,7% tanpa kenaikan tarif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.38 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
Defisit APBN Tetap Terkendali di Bawah 1% PDB📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi defisit anggaran negara hingga akhir Juli 2026 berada pada level 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menunjukkan kinerja fiskal yang tetap terkendali dan berada jauh di bawah ambang batas aman 3% serta di bawah target APBN tahun ini sebesar 2,85%. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pengelolaan keuangan negara tetap berjalan secara prudent dan responsif terhadap kondisi ekonomi makro.

Menteri Keuangan menyampaikan bahwa defisit sebesar Rp235,6 triliun hingga bulan tersebut merupakan hasil dari keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara yang dikelola secara hati-hati. Ia menegaskan bahwa upaya memperkuat fiskal aktif tetap dilakukan, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian guna menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Penerimaan pajak pada Juli 2026 mencapai Rp1.224,3 triliun, tumbuh 23,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dicapai tanpa adanya kenaikan tarif maupun peluncuran pajak baru, melainkan berkat peningkatan efisiensi administrasi, penguatan pengawasan, serta penutupan celah kebocoran dalam sistem perpajakan.

Belanja negara pada periode yang sama mencapai Rp1.969,6 triliun, tumbuh 18,62% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pembangunan dan belanja rutin yang terkoordinasi dengan kebutuhan sektoral. Menkeu menekankan bahwa pertumbuhan belanja tetap didukung oleh kenaikan pendapatan, sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap defisit.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan fiskal secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan anggaran melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya