Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur BI, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Destry Damayanti secara resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 dengan fokus utama menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur BI, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Destry Damayanti telah secara resmi disahkan oleh DPR sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan lima tahun ke depan, mulai 2026 hingga 2031. Pelantikan dirinya akan dilaksanakan di Mahkamah Agung pada hari Selasa, 2 September 2026, menandai awal kepemimpinannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin bank sentral negara.

Dalam pernyataan pertamanya setelah disetujui oleh Rapat Paripurna DPR, Destry menegaskan bahwa prioritas utama dalam kepemimpinannya adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai, tingginya tingkat ketidakpastian di pasar global saat ini membutuhkan pendekatan kebijakan yang konsisten dan antisipatif untuk mencegah dampak negatif terhadap perekonomian dalam negeri.

Ia menekankan bahwa stabilitas harga, nilai tukar rupiah, serta perkembangan inflasi akan menjadi fokus utama dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, lingkungan ekonomi yang stabil merupakan fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan dan terkendali. Dengan kondisi saat ini, ia menyatakan bahwa tidak perlu melakukan perubahan mendasar terhadap arah kebijakan moneter yang telah diterapkan sebelumnya.

Destry menegaskan bahwa kebijakan yang dijalankan akan tetap berada dalam koridor yang sama—menjaga stabilitas sebagai kunci utama, terlepas dari fluktuasi global. Ia menilai bahwa konsistensi kebijakan inilah yang akan membantu menjaga kepercayaan publik dan investor, serta mendukung kinerja ekonomi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya