Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Digitalisasi Aset Wajib untuk Dongkrak PAD Surabaya

Wakil Ketua DPRD Surabaya menekankan pentingnya digitalisasi aset daerah sebagai strategi krusial menopang pendapatan dalam kondisi fiskal terbatas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Digitalisasi Aset Wajib untuk Dongkrak PAD Surabaya
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menyoroti urgensi transformasi digital dalam pengelolaan aset milik pemerintah sebagai respons terhadap tekanan fiskal yang semakin menyempit. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar upaya modernisasi, melainkan fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berdampak ekonomi. Digitalisasi dinilai mampu menggantikan sistem manual yang rentan terhadap kesalahan data dan ketidakakuratan informasi.

Ia menekankan perlunya pemetaan menyeluruh seluruh aset, baik besar maupun kecil, melalui sistem digital yang mampu memantau lokasi, luasan, kondisi, hingga nilai sewa secara real time. Dengan akses informasi yang terbuka dan terupdate, publik serta calon investor dapat memahami nilai riil aset tanpa asumsi manipulasi atau prosedur yang rumit. Hal ini sekaligus mendorong partisipasi ekonomi secara luas dan menekan praktik calo dalam penawaran sewa.

Pemerintah kota diminta tidak hanya fokus pada aset strategis di pusat kota, tetapi juga mengoptimalkan ribuan lahan kosong di tingkat kelurahan dan kecamatan. Aset-aset kecil seperti halaman kosong di perkampungan dapat dimanfaatkan untuk usaha mikro, seperti warung kopi atau tempat produksi kecil. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat umum menyewa aset dengan biaya terjangkau, sekaligus meningkatkan kontribusi aset terhadap PAD.

Dengan sistem digital, seluruh proses administrasi—mulai dari pendaftaran hingga penandatanganan kontrak—dapat dilakukan secara daring, mempercepat proses dan meminimalkan intervensi birokrasi. Ini menjadikan tata kelola aset lebih efisien dan ramah pengguna, sekaligus membuka ruang bagi inovasi ekonomi lokal. Digitalisasi, menurutnya, adalah kunci utama untuk mengubah aset statis menjadi sumber pendapatan aktif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya