DJP Kembangkan AI Pantau Kekayaan dan Risiko Pajak
Direktorat Jenderal Pajak memperkuat pemantauan kekayaan dan risiko pajak melalui pengembangan kecerdasan buatan untuk analisis data real-time dan transaksi korporasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah mempercepat pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau dinamika kekayaan individu beraset besar secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk memetakan hubungan antarindividu, keluarga, entitas perusahaan, serta aset yang dimiliki, dengan memanfaatkan data lintas sektor. Proyek ini merupakan bagian dari upaya modernisasi administrasi perpajakan guna meningkatkan akurasi dan responsivitas dalam mendeteksi potensi kebocoran pajak.
Salah satu fitur utama yang sedang dikembangkan adalah kemampuan AI untuk menganalisis pemberitaan publik dan informasi korporasi yang tersedia secara terbuka. Dengan sistem ini, DJP berharap bisa mendeteksi perubahan signifikan dalam kepemilikan aset, seperti merger, akuisisi, atau penjualan saham, tanpa menunggu pelaporan tahunan. Ketika peristiwa korporasi terdeteksi, sistem akan secara otomatis memperbarui nilai kepemilikan di dasbor pemantauan, memungkinkan petugas pajak menangani perubahan kekayaan secara cepat dan akurat.
Di sektor kelapa sawit, DJP menerapkan machine learning untuk memeriksa konsistensi data transaksi. Setiap transaksi dibuktikan dengan faktur pajak elektronik, namun deskripsi barang sering kali bervariasi antarperusahaan. Dengan algoritma pembelajaran mesin, sistem mampu mengidentifikasi jenis barang, volume, dan harga transaksi secara otomatis. Data pembelian tandan buah segar dari petani kemudian dibandingkan dengan perkiraan produksi minyak sawit, untuk memastikan tidak terjadi ketidaksesuaian yang mengindikasikan penghindaran pajak.
Ketidaksesuaian antara data bahan baku, hasil produksi, dan laporan penjualan menjadi indikator awal bagi petugas pajak untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pendekatan serupa sedang dievaluasi untuk diterapkan pada sektor lain, meski belum dirinci secara spesifik. Meski teknologi menjadi kunci, pejabat DJP menegaskan bahwa sistem tidak akan efektif tanpa dukungan sumber daya manusia yang terampil, kerangka regulasi yang jelas, serta kepercayaan dari wajib pajak terhadap sistem yang adil dan transparan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

