Dolly Parton Siap Jadi Relawan Uji Obat Kanker Sebelum Wafat
Legenda musik country Dolly Parton menyatakan keinginan menjadi relawan uji coba obat kanker saat masih hidup, demi membantu pasien lain di masa depan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dolly Parton, penyanyi legendaris asal Tennessee, pernah menyampaikan tekad tegas untuk menjadi pasien uji coba obat eksperimental kanker, meski kondisinya sendiri sedang dalam masa perawatan serius. Keputusan itu muncul dari semangat pengabdian tinggi yang selalu menjadi ciri khasnya, bahkan saat menghadapi ancaman kematian. Ia menyatakan bahwa jika harapan hidupnya sudah tidak ada, ia tetap mengizinkan tim medis mencoba terapi baru, dengan harapan dapat memberi manfaat bagi banyak orang di masa depan.
Keterangan ini disampaikan oleh adik kandungnya, Stella Parton, yang menggambarkan kakaknya sebagai sosok yang penuh empati dan selalu memikirkan orang lain. Menurut Stella, Dolly tidak pernah memandang dirinya sebagai penerima bantuan, melainkan selalu berusaha menjadi sumber harapan. Ia menekankan bahwa keputusan itu bukan sekadar keinginan medis, melainkan ekspresi nilai kehidupan yang dianut Dolly sepanjang karier dan kehidupannya.
Dolly Parton meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker selama empat hari di rumah sakit. Sebelumnya, ia menjalani perawatan intensif di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville, sejak Jumat (21/8), dengan kondisi yang memburuk akibat komplikasi ginjal dan gangguan autoimun. Meski usianya telah mencapai tahap lanjut, semangatnya tetap utuh hingga akhir hayat.
Setelah kepergian Dolly, Stella mengajak publik untuk melanjutkan warisan kebaikannya, terutama melalui program Imagination Library—inisiatif pembagian buku gratis bagi anak-anak. Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap Dolly bukan hanya dalam bentuk duka, tetapi dalam tindakan nyata: menunjukkan kebaikan, mendukung sesama, dan menyediakan waktu serta sumber daya bagi yang membutuhkan.
Duka atas kepergian Dolly Parton dirasakan luas, tidak hanya oleh keluarga dan penggemar, tetapi juga oleh tokoh-tokoh publik seperti Taylor Swift, Miley Cyrus, dan Donald Trump. Stella menuturkan bahwa cinta dan dukungan dari publik menjadi penopang saat keluarga berduka, dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan rasa hormat yang terus mengalir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


