Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DP 0% Motor Listrik Harus Disusun dengan Ekosistem Matang

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan menekankan perlunya penetapan sasaran konsumen dan struktur ekosistem sebelum pelaksanaan DP 0% motor listrik agar risiko tetap terkendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
DP 0% Motor Listrik Harus Disusun dengan Ekosistem Matang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyerukan pentingnya perencanaan matang sebelum menerapkan skema uang muka nol untuk pembelian motor listrik. Menurut Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, keberhasilan program ini bergantung pada kejelasan target pasar dan model pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan konsumen. Tanpa arahan yang jelas, risiko kredit macet dapat meningkat, mengancam stabilitas industri pembiayaan.

Pernyataan ini muncul menyusul rencana pemerintah untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan uang muka kredit motor listrik yang saat ini rata-rata mencapai 10 persen. Meski potensi aksesibilitas meningkat, Suwandi menekankan bahwa kemampuan cicilan bulanan harus sejalan dengan daya beli masyarakat. "Nggak mampu nyicil ya repot," tegasnya, menekankan bahwa kemudahan awal tidak otomatis berarti kemudahan jangka panjang.

Pemerintah dan pelaku usaha diminta menyepakati apakah program ini terbuka untuk umum atau terbatas pada kelompok tertentu, seperti pegawai negeri atau pekerja sektor tertentu. Keputusan ini akan menentukan desain skema pembiayaan, termasuk mekanisme penilaian kredit dan kewajiban mitra pembiayaan. APPI juga menyoroti perlunya keterlibatan ATPM, dealer, dan pihak keuangan lain dalam menyusun ekosistem yang berkelanjutan.

Masalah lain yang belum terjawab adalah sumber pembiayaan dengan suku bunga rendah. Jika bunga kredit ditekan, perlu ada kejelasan siapa yang menanggung selisih biaya agar industri pembiayaan tetap sehat secara finansial. Tanpa mekanisme penyeimbang, program bisa menimbulkan beban berat bagi perusahaan pembiayaan.

Suwandi menegaskan bahwa program DP 0% harus menjadi hasil konsultasi lintas sektor—pemerintah, produsen, dealer, lembaga pembiayaan, dan konsumen—agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Tujuannya bukan sekadar menawarkan uang muka nol, tetapi menciptakan insentif yang menarik, berkelanjutan, dan sesuai dengan realitas ekonomi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya