DP 0% Motor Listrik Harus Disusun dengan Ekosistem Matang
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan menekankan perlunya penetapan sasaran konsumen dan struktur ekosistem sebelum pelaksanaan DP 0% motor listrik agar risiko tetap terkendali.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyerukan pentingnya perencanaan matang sebelum menerapkan skema uang muka nol untuk pembelian motor listrik. Menurut Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, keberhasilan program ini bergantung pada kejelasan target pasar dan model pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan konsumen. Tanpa arahan yang jelas, risiko kredit macet dapat meningkat, mengancam stabilitas industri pembiayaan.
Pernyataan ini muncul menyusul rencana pemerintah untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan uang muka kredit motor listrik yang saat ini rata-rata mencapai 10 persen. Meski potensi aksesibilitas meningkat, Suwandi menekankan bahwa kemampuan cicilan bulanan harus sejalan dengan daya beli masyarakat. "Nggak mampu nyicil ya repot," tegasnya, menekankan bahwa kemudahan awal tidak otomatis berarti kemudahan jangka panjang.
Pemerintah dan pelaku usaha diminta menyepakati apakah program ini terbuka untuk umum atau terbatas pada kelompok tertentu, seperti pegawai negeri atau pekerja sektor tertentu. Keputusan ini akan menentukan desain skema pembiayaan, termasuk mekanisme penilaian kredit dan kewajiban mitra pembiayaan. APPI juga menyoroti perlunya keterlibatan ATPM, dealer, dan pihak keuangan lain dalam menyusun ekosistem yang berkelanjutan.
Masalah lain yang belum terjawab adalah sumber pembiayaan dengan suku bunga rendah. Jika bunga kredit ditekan, perlu ada kejelasan siapa yang menanggung selisih biaya agar industri pembiayaan tetap sehat secara finansial. Tanpa mekanisme penyeimbang, program bisa menimbulkan beban berat bagi perusahaan pembiayaan.
Suwandi menegaskan bahwa program DP 0% harus menjadi hasil konsultasi lintas sektor—pemerintah, produsen, dealer, lembaga pembiayaan, dan konsumen—agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Tujuannya bukan sekadar menawarkan uang muka nol, tetapi menciptakan insentif yang menarik, berkelanjutan, dan sesuai dengan realitas ekonomi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

