Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DSI Siap Perkuat Transparansi Ekspor Komoditas

DSI berkomitmen tingkatkan transparansi perdagangan komoditas melalui analisis data dan pendekatan komersial untuk cegah kebocoran nilai ekspor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
DSI Siap Perkuat Transparansi Ekspor Komoditas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mengambil langkah strategis untuk menangani praktik under-invoicing dan transfer pricing yang berpotensi merusak nilai ekspor komoditas Indonesia. Dalam forum ekonomi nasional, Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, menegaskan bahwa lembaga ini dibentuk untuk memperkuat integritas data perdagangan dengan memanfaatkan informasi yang sudah tersedia dari kementerian, lalu dilengkapi analisis mendalam terhadap pola transaksi.

Fokus utama DSI adalah memahami secara menyeluruh alur ekspor, mulai dari jenis komoditas, tujuan negara, kualitas produk, harga pasar, hingga bagaimana nilai transaksi direkam di dalam sistem nasional. Dengan pendekatan ini, DSI bertujuan mengidentifikasi indikasi anomali atau ketidaksesuaian yang bisa mengakibatkan kebocoran nilai.

Untuk memperkaya analisis, DSI akan mengintegrasikan data pemerintah dengan perspektif pasar komersial, termasuk informasi negosiasi antara eksportir dan importir, penetapan harga, serta harga referensi yang berlaku di pasar global. Pendekatan ini diharapkan menciptakan gambaran lebih akurat tentang dinamika perdagangan, sehingga memperkuat kepercayaan pasar dan mendukung kebijakan yang lebih berbasis data.

Luke menekankan bahwa DSI bukan pengganti fungsi regulator atau pemerintah, melainkan mitra strategis yang menjembatani informasi antara sektor publik dan pasar. Tujuan jangka panjangnya bukan hanya menekan praktik manipulasi harga, tetapi juga mendorong pertumbuhan permintaan global terhadap komoditas Indonesia, yang pada akhirnya mendorong produksi lebih tinggi, likuiditas pasar yang lebih baik, dan harga yang lebih kompetitif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya