Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Tahun Prabowo-Jokowi: Fondasi Kemandirian Bangsa Terbentuk

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan fondasi kuat untuk kemandirian nasional melalui investasi besar, ketahanan pangan, energi, dan program kesejahteraan yang menjangkau jutaan warga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
Dua Tahun Prabowo-Jokowi: Fondasi Kemandirian Bangsa Terbentuk📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Dalam evaluasi awal masa jabatan Presiden Prabowo Subianto, tokoh politik senior Bambang Soesatyo menilai capaian dua tahun pertama sebagai fondasi utama menuju kemandirian ekonomi di tengah tantangan global. Ia menekankan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah telah menunjukkan arah pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, terutama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.

Realisasi investasi sebesar Rp3,923 triliun menjadi bukti nyata dari kepercayaan dunia terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia. Angka ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan modal, tetapi juga dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 5,4 juta tenaga kerja telah terserap, dengan lebih dari separuhnya berlokasi di luar Pulau Jawa, mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah.

Di bidang ketahanan pangan, produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton, hasil dari efisiensi distribusi pupuk bersubsidi yang telah disederhanakan. Di sektor energi, kebijakan penerapan biodiesel B50 dan pengurangan impor solar diperkirakan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, memperkuat kemandirian energi dan stabilitas fiskal.

Pemerintah juga memperluas akses kesehatan dan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 57 juta penerima, serta layanan cek kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan 106,3 juta masyarakat. Semua ini harus diikuti dengan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum, guna menurunkan angka kemiskinan yang saat ini berada di 8,07 persen.

Bamsoet menegaskan bahwa tahun ketiga pemerintahan harus menjadi momentum percepatan kesejahteraan rakyat. Tujuannya adalah menurunkan kemiskinan, membuka lapangan kerja lebih luas, meningkatkan daya beli, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya