Dua Tahun Prabowo-Jokowi: Fondasi Kemandirian Bangsa Terbentuk
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan fondasi kuat untuk kemandirian nasional melalui investasi besar, ketahanan pangan, energi, dan program kesejahteraan yang menjangkau jutaan warga.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Dalam evaluasi awal masa jabatan Presiden Prabowo Subianto, tokoh politik senior Bambang Soesatyo menilai capaian dua tahun pertama sebagai fondasi utama menuju kemandirian ekonomi di tengah tantangan global. Ia menekankan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah telah menunjukkan arah pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, terutama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.
Realisasi investasi sebesar Rp3,923 triliun menjadi bukti nyata dari kepercayaan dunia terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia. Angka ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan modal, tetapi juga dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 5,4 juta tenaga kerja telah terserap, dengan lebih dari separuhnya berlokasi di luar Pulau Jawa, mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah.
Di bidang ketahanan pangan, produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton, hasil dari efisiensi distribusi pupuk bersubsidi yang telah disederhanakan. Di sektor energi, kebijakan penerapan biodiesel B50 dan pengurangan impor solar diperkirakan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, memperkuat kemandirian energi dan stabilitas fiskal.
Pemerintah juga memperluas akses kesehatan dan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau 57 juta penerima, serta layanan cek kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan 106,3 juta masyarakat. Semua ini harus diikuti dengan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum, guna menurunkan angka kemiskinan yang saat ini berada di 8,07 persen.
Bamsoet menegaskan bahwa tahun ketiga pemerintahan harus menjadi momentum percepatan kesejahteraan rakyat. Tujuannya adalah menurunkan kemiskinan, membuka lapangan kerja lebih luas, meningkatkan daya beli, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

