E20 Siap Diluncurkan 2028, Pemerintah Hapus Cukai Bioetanol
Pemerintah menargetkan penerapan bensin campuran bioetanol 20 persen pada 2028 dengan penghapusan cukai dan persiapan regulasi teknis menyusul.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.31 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tahun 2028 sebagai batas waktu implementasi bensin E20, yakni campuran bahan bakar minyak berbasis bioetanol sebanyak 20 persen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transformasi sektor transportasi ke arah yang lebih berkelanjutan. Target ini disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan yang akan mencapai sekitar 1,39 juta kiloliter bioetanol murni pada tahun tersebut.
Pencapaian target tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari E5 pada 2026 dengan pencampuran 5 persen bioetanol pada bensin non-PSO, yang membutuhkan sekitar 333 ribu KL bioetanol. Pada 2027, ketika pencampuran ditingkatkan menjadi 10 persen, kebutuhan diperkirakan naik menjadi 681 ribu KL. Peningkatan bertahap ini dirancang untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kapasitas produksi, dan sistem distribusi di seluruh wilayah.
Salah satu langkah krusial yang telah dilakukan adalah penghapusan cukai terhadap bioetanol melalui peraturan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. Dengan tidak adanya bea cukai, biaya produksi dan distribusi bioetanol diprediksi lebih terjangkau, sehingga mempermudah perusahaan seperti Pertamina dalam mengintegrasikan campuran ini ke dalam pasokan bensin. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap percepatan transisi energi berbasis sumber daya lokal.
Untuk mendukung pelaksanaan teknis, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 275 Tahun 2026 sebagai pedoman pelaksanaan. Selain itu, spesifikasi teknis untuk bioetanol dalam konsentrasi E10 dan E20 sedang disusun secara khusus agar sesuai dengan standar kualitas bahan bakar. Penyesuaian spesifikasi ini akan terus diperbarui seiring dengan peningkatan tingkat pencampuran, menjamin performa mesin dan stabilitas pasokan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

