Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

E20 Siap Diluncurkan 2028, Pemerintah Hapus Cukai Bioetanol

Pemerintah menargetkan penerapan bensin campuran bioetanol 20 persen pada 2028 dengan penghapusan cukai dan persiapan regulasi teknis menyusul.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.31 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 9x dibuka
E20 Siap Diluncurkan 2028, Pemerintah Hapus Cukai Bioetanol📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tahun 2028 sebagai batas waktu implementasi bensin E20, yakni campuran bahan bakar minyak berbasis bioetanol sebanyak 20 persen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transformasi sektor transportasi ke arah yang lebih berkelanjutan. Target ini disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan yang akan mencapai sekitar 1,39 juta kiloliter bioetanol murni pada tahun tersebut.

Pencapaian target tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari E5 pada 2026 dengan pencampuran 5 persen bioetanol pada bensin non-PSO, yang membutuhkan sekitar 333 ribu KL bioetanol. Pada 2027, ketika pencampuran ditingkatkan menjadi 10 persen, kebutuhan diperkirakan naik menjadi 681 ribu KL. Peningkatan bertahap ini dirancang untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kapasitas produksi, dan sistem distribusi di seluruh wilayah.

Salah satu langkah krusial yang telah dilakukan adalah penghapusan cukai terhadap bioetanol melalui peraturan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. Dengan tidak adanya bea cukai, biaya produksi dan distribusi bioetanol diprediksi lebih terjangkau, sehingga mempermudah perusahaan seperti Pertamina dalam mengintegrasikan campuran ini ke dalam pasokan bensin. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap percepatan transisi energi berbasis sumber daya lokal.

Untuk mendukung pelaksanaan teknis, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 275 Tahun 2026 sebagai pedoman pelaksanaan. Selain itu, spesifikasi teknis untuk bioetanol dalam konsentrasi E10 dan E20 sedang disusun secara khusus agar sesuai dengan standar kualitas bahan bakar. Penyesuaian spesifikasi ini akan terus diperbarui seiring dengan peningkatan tingkat pencampuran, menjamin performa mesin dan stabilitas pasokan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya