Edukasi Manajemen Stres untuk Penderita Hipertensi di Desa Sorue Jaya
Dosen Poltekkes Kendari gelar pelatihan manajemen stres bagi 30 warga di Desa Sorue Jaya untuk cegah penyakit jantung akibat hipertensi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 30 warga dari Desa Sorue Jaya dan Desa Toronipa mengikuti kegiatan edukasi manajemen stres yang diselenggarakan oleh tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Kegiatan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, dengan fokus pada pencegahan penyakit jantung melalui pengelolaan stres pada penderita hipertensi.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tren peningkatan kasus hipertensi, salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Lena Atoy, selaku ketua tim PKM, menegaskan bahwa stres bukan hanya berdampak psikologis, tetapi juga memperparah tekanan darah dan berpotensi memicu komplikasi jantung. Ia menyoroti tekanan finansial, kecemasan terhadap kesehatan, dan konflik keluarga sebagai penyebab utama stres yang kerap dialami penderita hipertensi.
Dalam pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik pengendalian stres secara mandiri, seperti ekspresi emosional, relaksasi otot progresif, serta penerapan spiritual melalui dzikir dan doa. Tujuannya adalah memberikan alat praktis agar masyarakat mampu mengelola stres tanpa bergantung sepenuhnya pada fasilitas medis. Edukasi juga mencakup pemahaman tentang hubungan antara stres, hipertensi, dan risiko penyakit jantung.
Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui penilaian pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, serta pemantauan penerapan teknik manajemen stres secara konsisten setelah kegiatan selesai. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami ancaman hipertensi, tetapi juga mampu mengambil langkah preventif dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong gaya hidup yang lebih seimbang, guna menekan angka penyakit jantung di masyarakat pedesaan. Dengan pendekatan edukatif dan praktis, program diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
PLN kembali melakukan pemadaman listrik di wilayah Kendari dan Konawe, dengan durasi hingga tengah malam, akibat pemeliharaan jaringan distribusi.
9 September 2026
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Delapan kebiasaan sederhana di malam hari terbukti efektif menjaga kecantikan dan kesehatan kulit tanpa perlu produk mahal.
9 September 2026
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Pemerintah Kota Kendari resmi menyelesaikan pembangunan Jembatan Wawo dengan total anggaran Rp14,2 miliar, menandai peningkatan aksesibilitas di wilayah perbatasan.
9 September 2026

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Gerakan Anti Korupsi Sultra mendesak KPK mengawasi penanganan kasus PT TMS karena dugaan keterlibatan istri Gubernur dan pengembalian dana Rp500 miliar dari kewajiban Rp2 triliun.
9 September 2026
Berita Lainnya
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA


