Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Edukasi Manajemen Stres untuk Penderita Hipertensi di Desa Sorue Jaya

Dosen Poltekkes Kendari gelar pelatihan manajemen stres bagi 30 warga di Desa Sorue Jaya untuk cegah penyakit jantung akibat hipertensi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Edukasi Manajemen Stres untuk Penderita Hipertensi di Desa Sorue Jaya
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 30 warga dari Desa Sorue Jaya dan Desa Toronipa mengikuti kegiatan edukasi manajemen stres yang diselenggarakan oleh tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Kegiatan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, dengan fokus pada pencegahan penyakit jantung melalui pengelolaan stres pada penderita hipertensi.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tren peningkatan kasus hipertensi, salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Lena Atoy, selaku ketua tim PKM, menegaskan bahwa stres bukan hanya berdampak psikologis, tetapi juga memperparah tekanan darah dan berpotensi memicu komplikasi jantung. Ia menyoroti tekanan finansial, kecemasan terhadap kesehatan, dan konflik keluarga sebagai penyebab utama stres yang kerap dialami penderita hipertensi.

Dalam pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik pengendalian stres secara mandiri, seperti ekspresi emosional, relaksasi otot progresif, serta penerapan spiritual melalui dzikir dan doa. Tujuannya adalah memberikan alat praktis agar masyarakat mampu mengelola stres tanpa bergantung sepenuhnya pada fasilitas medis. Edukasi juga mencakup pemahaman tentang hubungan antara stres, hipertensi, dan risiko penyakit jantung.

Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui penilaian pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, serta pemantauan penerapan teknik manajemen stres secara konsisten setelah kegiatan selesai. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami ancaman hipertensi, tetapi juga mampu mengambil langkah preventif dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong gaya hidup yang lebih seimbang, guna menekan angka penyakit jantung di masyarakat pedesaan. Dengan pendekatan edukatif dan praktis, program diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya