Ekonomi RI Tetap Tumbuh Sesuai Target Meski Hadapi Bencana
Menteri Keuangan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target meski sejumlah wilayah dilanda bencana, dengan anggaran penanganan siap dicairkan hingga Rp5 triliun.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada dalam jalur target pemerintah, meski sejumlah wilayah mengalami dampak serius akibat bencana alam dalam beberapa waktu terakhir. Menteri Keuangan menegaskan bahwa gangguan yang muncul tidak akan mengurangi laju pertumbuhan secara signifikan, baik pada kuartal ketiga maupun keempat tahun ini. Ia menilai dinamika ekonomi masih dalam kendali, dengan pemerintah berupaya memperkuat momentum pertumbuhan di dua kuartal mendatang.
Dari sisi anggaran, tidak ada hambatan yang mengganggu kinerja keuangan negara. Pemerintah telah menyiapkan alokasi khusus sebesar Rp5 triliun untuk penanganan bencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut bersifat fleksibel dan dapat segera dicairkan sesuai kebutuhan darurat. Hingga saat ini, BNPB belum mengajukan permintaan pencairan tambahan, meskipun telah memiliki cadangan dana sekitar Rp1 triliun yang siap digunakan.
Pemerintah menekankan bahwa mekanisme pencairan dana bencana dirancang khusus untuk mempercepat respons dan mengurangi beban masyarakat yang terdampak. Pendekatan ini berbeda dari prosedur biasa, dengan fokus utama pada efisiensi dan kecepatan penyaluran. Menteri menegaskan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran terkait ketersediaan dana, karena sistem sudah dirancang untuk menangani situasi darurat secara optimal.
Pihak BNPB tetap menjadi pihak utama dalam menentukan kebutuhan pencairan dana. Jika diperlukan, mereka dapat mengajukan tambahan anggaran hingga batas maksimal Rp5 triliun. Namun, hingga saat ini belum ada permintaan resmi masuk ke Kementerian Keuangan. Pemerintah tetap siap menanggapi setiap permohonan dengan cepat, sesuai prinsip perlindungan terhadap warga negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


