Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Pemerintah Soroti Stabilitas Sistem Keuangan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% pada kuartal II-2026, didukung fondasi kuat dan sinergi lembaga keuangan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Pemerintah Soroti Stabilitas Sistem Keuangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai angka 5,29%, menunjukkan konsistensi kinerja di atas level 5% yang menjadi indikator kesehatan ekonomi yang kuat. Angka ini menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan global, termasuk dampak pandemi, ketegangan geopolitik, dan konflik regional yang berdampak pada rantai pasok dan stabilitas pasar keuangan.

Dalam forum Lampung Financial Festival, pejabat pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan yang stabil ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari koordinasi sinergis antara pemerintah, regulator, sektor keuangan, dan masyarakat. Khususnya, peran empat lembaga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)—Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS—ditekankan sebagai penopang utama stabilitas sistem keuangan nasional.

LPS juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan perbankan sebagai fondasi utama perekonomian. Anggota Dewan Komisioner LPS bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan menekankan bahwa masyarakat perlu memperhatikan indikator kesehatan bank, seperti tingkat suku bunga, likuiditas, dan rasio kredit bermasalah (NPL), terutama saat memilih tempat menabung. Ia menekankan bahwa simpanan dengan bunga di atas 3,75% berpotensi membawa risiko jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, lanjut pemaparan, menjadi bukti bahwa kebijakan makroekonomi dan kebijakan sektor keuangan telah berjalan efektif. Pemerintah terus memperkuat kerangka kebijakan yang mendukung investasi, daya beli, serta kesejahteraan masyarakat secara luas, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas sistem keuangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya