Emas Antam Turun Rp40 Ribu per Gram, Buyback Juga Melemah
Harga emas batangan Antam turun Rp40.000 per gram menjadi Rp2.624.000, disertai penurunan nilai buyback ke Rp2.477.000 per gram pada 2 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (2/9/2026). Berdasarkan data terkini dari platform resmi Logam Mulia, harga jual emas Antam turun sebesar Rp40.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.664.000 menjadi Rp2.624.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan ringan, menunjukkan fluktuasi pasar yang dinamis.
Nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan sejalan dengan penurunan harga jual. Kini, nilai buyback berada di angka Rp2.477.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp2.517.000. Perubahan ini berdampak langsung pada transaksi penjualan kembali emas batangan, terutama bagi investor yang ingin mencairkan aset logam mulia mereka.
Untuk ukuran pecahan kecil, harga emas Antam 0,5 gram dipasarkan dengan harga Rp1.362.000. Pecahan 2 gram dibanderol Rp5.198.000, sedangkan ukuran 3 gram dijual seharga Rp7.779.000. Pada ukuran lebih besar, emas 5 gram ditawarkan dengan harga Rp12.935.000, dan emas 10 gram dijual seharga Rp25.790.000. Untuk pembeli yang membutuhkan ukuran besar, emas 25 gram dihargai Rp64.310.000, sementara 50 gram dibanderol Rp128.455.000.
Kebijakan perpajakan tetap berlaku sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, yang mengharuskan potongan pajak atas pembelian emas batangan dari 1 gram hingga 1.000 gram. Bagi transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai yang diterima pelanggan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

