Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Emas KitKat Gold Bisa Dipotong, Tawarkan Fleksibilitas di Festival Keuangan

Raja Emas Indonesia memperkenalkan emas batangan berbentuk KitKat yang dapat dipotong menjadi 20 keping 1 gram di Lampung Financial Festival 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Emas KitKat Gold Bisa Dipotong, Tawarkan Fleksibilitas di Festival Keuangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada perhelatan Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung di Novotel Lampung, hadir produk emas inovatif yang menarik perhatian pengunjung: KitKat Gold. Produk ini dirancang khusus dengan garis pemisah sehingga dapat dipotong menjadi 20 bagian, masing-masing berat 1 gram, tanpa kehilangan nilai logam. Konsumen tetap membeli dalam bentuk utuh seberat 20 gram, namun memiliki kebebasan membagi atau menggunakan emas tersebut secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Harga satu unit KitKat Gold mencapai sekitar Rp52,6 juta, setara dengan Rp2,6 juta per gram. Pihak Raja Emas menekankan bahwa pembelian dalam jumlah besar memberikan keuntungan harga lebih rendah dibandingkan pembelian satuan. Selain itu, produk ini menawarkan spread jual kembali yang sangat tipis, hanya 4%, sehingga meminimalkan kerugian saat melakukan transaksi penjualan kembali.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Raja Emas menyatakan bahwa KitKat Gold merupakan produk eksklusif yang hanya dimiliki perusahaan di Indonesia. Produk ini tidak hanya menawarkan nilai investasi, tetapi juga memudahkan konsumen dalam membagikan emas sebagai hadiah atau simbol kekayaan secara praktis. Konsep ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas emas sebagai instrumen keuangan bagi masyarakat umum.

Festival ini juga menjadi ruang edukasi keuangan, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Raja Emas berupaya membangun pemahaman awal tentang investasi melalui produk yang menarik, dengan harapan mereka akan lebih siap secara finansial saat memasuki dunia kerja. Dengan pendekatan edukatif dan inovatif, perusahaan ingin memperkuat budaya menabung dan investasi berbasis aset nyata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya