Eropa Perkuat Cadangan Emas di Pusat Keuangan Global
Sejumlah negara Eropa memindahkan sebagian cadangan emas dari AS ke London sebagai langkah antisipasi krisis dan peningkatan stabilitas sistem keuangan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Beberapa negara di benua Eropa kini memperbarui strategi penyimpanan cadangan emas dengan memindahkan sebagian dari aset yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan mencakup negara seperti Belanda, Prancis, dan Jerman, yang mengalihkan ratusan ton emas ke London. Pemindahan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir, serta keinginan untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.
Belanda, misalnya, telah memindahkan 86 ton dari total cadangan emas 313 ton yang sebelumnya disimpan di AS dan Kanada. Keputusan ini dipastikan bukan karena ancaman langsung, melainkan sebagai bentuk persiapan jangka panjang. Gubernur bank sentral Belanda, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa meski emas tidak akan digunakan dalam kondisi normal, penting untuk memastikan akses cepat dan keamanan cadangan dalam situasi krisis.
Jerman juga turut melakukan pemindahan besar-besaran, dengan total lebih dari 216 ton emas yang dipindahkan dari lokasi penyimpanan di New York dan Paris, sebagian besar selama periode hingga 2016. Pemindahan ini bukan hal baru, melainkan kembali ke pola strategis yang pernah diterapkan saat Perang Dingin. Dalam konteks modern, keputusan tersebut menunjukkan pergeseran ke arah lebih independen dalam manajemen cadangan aset strategis.
London dipilih sebagai pusat penyimpanan utama karena posisinya sebagai salah satu pusat perdagangan emas terbesar dunia. Lokasi ini menawarkan likuiditas tinggi, infrastruktur keuangan yang matang, serta akses cepat ke pasar global. Menurut analis dari World Gold Council, Joseph Cavatoni, faktor utama di balik keputusan ini tidak hanya geopolitik, tetapi juga dinamika inflasi, suku bunga, dan ketersediaan emas di tempat yang memungkinkan transaksi cepat saat kondisi pasar tidak stabil.
Pemindahan emas ini juga mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan aset negara. Banyak negara kini lebih memahami pentingnya memiliki cadangan strategis yang dapat diakses secara cepat dan terjamin keamanannya. Dengan demikian, kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap ancaman, melainkan bagian dari transformasi kebijakan moneter yang lebih proaktif dan berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


