Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Eropa Perkuat Cadangan Emas di Pusat Keuangan Global

Sejumlah negara Eropa memindahkan sebagian cadangan emas dari AS ke London sebagai langkah antisipasi krisis dan peningkatan stabilitas sistem keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Eropa Perkuat Cadangan Emas di Pusat Keuangan Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Beberapa negara di benua Eropa kini memperbarui strategi penyimpanan cadangan emas dengan memindahkan sebagian dari aset yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan mencakup negara seperti Belanda, Prancis, dan Jerman, yang mengalihkan ratusan ton emas ke London. Pemindahan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir, serta keinginan untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.

Belanda, misalnya, telah memindahkan 86 ton dari total cadangan emas 313 ton yang sebelumnya disimpan di AS dan Kanada. Keputusan ini dipastikan bukan karena ancaman langsung, melainkan sebagai bentuk persiapan jangka panjang. Gubernur bank sentral Belanda, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa meski emas tidak akan digunakan dalam kondisi normal, penting untuk memastikan akses cepat dan keamanan cadangan dalam situasi krisis.

Jerman juga turut melakukan pemindahan besar-besaran, dengan total lebih dari 216 ton emas yang dipindahkan dari lokasi penyimpanan di New York dan Paris, sebagian besar selama periode hingga 2016. Pemindahan ini bukan hal baru, melainkan kembali ke pola strategis yang pernah diterapkan saat Perang Dingin. Dalam konteks modern, keputusan tersebut menunjukkan pergeseran ke arah lebih independen dalam manajemen cadangan aset strategis.

London dipilih sebagai pusat penyimpanan utama karena posisinya sebagai salah satu pusat perdagangan emas terbesar dunia. Lokasi ini menawarkan likuiditas tinggi, infrastruktur keuangan yang matang, serta akses cepat ke pasar global. Menurut analis dari World Gold Council, Joseph Cavatoni, faktor utama di balik keputusan ini tidak hanya geopolitik, tetapi juga dinamika inflasi, suku bunga, dan ketersediaan emas di tempat yang memungkinkan transaksi cepat saat kondisi pasar tidak stabil.

Pemindahan emas ini juga mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan aset negara. Banyak negara kini lebih memahami pentingnya memiliki cadangan strategis yang dapat diakses secara cepat dan terjamin keamanannya. Dengan demikian, kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap ancaman, melainkan bagian dari transformasi kebijakan moneter yang lebih proaktif dan berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya