Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Extraordinary Attorney Minami Siap Tayang di Jepang

Drama Korea Extraordinary Attorney Woo diremajakan sebagai Extraordinary Attorney Minami yang tayang mulai 19 Oktober di Fuji TV dan Netflix, dibintangi Mana Ashida sebagai Minami Minamida.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Extraordinary Attorney Minami Siap Tayang di Jepang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serial Korea Extraordinary Attorney Woo resmi mendapat adaptasi baru di Jepang dengan judul Extraordinary Attorney Minami, yang akan mulai tayang perdana pada 19 Oktober melalui jaringan Fuji TV dan platform streaming Netflix. Proyek ini mengekspresikan kembali kisah seorang pengacara muda dengan gangguan spektrum autisme yang berjuang membangun karier di bidang hukum, dengan fokus pada keunikan cara pandang dan kecerdasan luar biasa yang dimilikinya.

Peran utama Minami Minamida diperankan oleh aktris Mana Ashida, yang sebelumnya dikenal lewat perannya dalam drama Mother (2010), film Pacific Rim (2013), serta karya-karya terkini seperti Under the Stars (2020) dan Metamorphosis (2022). Kehadirannya menjadi sorotan karena reputasinya sebagai salah satu bakat muda papan atas di industri hiburan Jepang, yang diharapkan mampu membawa nuansa baru pada tokoh yang sudah populer secara global.

Adaptasi ini dilatarbelakangi kesuksesan luar biasa versi aslinya, yang tayang perdana di Korea Selatan pada Juni hingga Agustus 2022. Serial tersebut mencatat lonjakan signifikan dalam rating, naik dari 0,9 persen di episode pertama hingga mencapai 17,5 persen di episode terakhir. Selain merajai tangga tayangan global non-Bahasa Inggris di Netflix, drama ini juga membawa Park Eun-bin meraih Daesang dalam ajang Baeksang Arts Awards ke-59.

Dengan struktur cerita dan pesan yang tetap konsisten, Extraordinary Attorney Minami diharapkan mampu menyentuh audiens Jepang dan internasional dengan pesan inklusivitas, keberanian menghadapi stigma, serta kekuatan berpikir berbeda sebagai keunggulan. Proyek ini menjadi bukti kuat bahwa narasi yang berfokus pada keberagaman dan keberhasilan individu dengan kondisi khusus mampu menjangkau pasar global secara luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya