Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PT Freeport Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp2,5 miliar dan mengerahkan tim tanggap darurat untuk menangani korban gempa di NTT, didukung donasi karyawan dan kolaborasi lembaga kemanusiaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - PT Freeport Indonesia memperkuat respons kemanusiaan pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur dengan mengerahkan Tim Tanggap Darurat dari Timika ke wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat. Tim yang terdiri atas dokter, paramedis, dan tim evakuasi beroperasi selama delapan hari, mulai 22 hingga 29 Agustus 2026, menangani sekitar 500 pasien, melakukan penanganan trauma, serta mendukung evakuasi korban di Mbeliling.

Bantuan senilai Rp2,5 miliar disalurkan melalui dana perusahaan dan skema donasi karyawan dengan mekanisme double match. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar korban, termasuk tenda pengungsian, paket hygiene, sembako, serta pembangunan lima hunian sementara dan empat sekolah darurat. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Human Initiative (HI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan efisien.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan bahwa kehadiran tim dan bantuan bukan hanya bentuk dukungan material, tetapi juga bentuk empati terhadap penderitaan warga yang kehilangan rumah dan nyawa. Ia menekankan bahwa kejadian tersebut membawa dampak mendalam, bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis dan sosial, sehingga upaya pemulihan harus berkelanjutan.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 30 Agustus 2026 mencatat 111 korban tewas, 1.631 orang luka-luka, serta kerusakan rumah mencapai 95.567 unit, dengan sebagian besar terjadi di Manggarai Barat, Nagekeo, dan Manggarai Timur. Sebanyak 9.000 warga masih tinggal di tenda pengungsian, sementara 36.102 jiwa dari 7.777 kepala keluarga terdampak di wilayah Manggarai Barat.

Tony berharap langkah bantuan saat ini tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, melainkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan struktur sosial dan ekonomi di daerah terdampak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya