Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Pemulihan NTT

PT Freeport Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa NTT, meliputi paket kebutuhan dasar, hunian sementara, dan sekolah darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 02.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Pemulihan NTT
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendukung upaya pemulihan pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur Kupang, Selasa (1/9), dengan didampingi perwakilan karyawan asal NTT.

Pengiriman bantuan dilakukan secara langsung melalui pesawat dengan total berat 1,5 ton, menunjukkan komitmen cepat dan nyata dari perusahaan terhadap masyarakat terdampak. Tony Wenas menyampaikan bahwa NTT bukan hanya wilayah tetangga, tetapi juga bagian dari ikatan kekerabatan yang mendorong PTFI untuk turut serta dalam proses pemulihan. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban dan menjadi pemicu aksi solidaritas dari berbagai pihak.

Bantuan yang disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Human Initiative mencakup 700 paket berupa Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit. Selain itu, PTFI turut mendukung pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat sekolah darurat, yang menjadi prioritas utama dalam menangani kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat. Distribusi bantuan akan menjangkau wilayah terdampak utama, termasuk Mbeliling (Nagekeo), Manggarai, dan Manggarai Timur.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan penghargaan tinggi atas dukungan PTFI, menilainya sebagai bentuk nyata gotong royong yang tak hanya berupa angka, tetapi juga tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa pemulihan pasca-bencana tidak mungkin dilakukan secara mandiri, dan dukungan dari dunia usaha serta masyarakat sangat krusial untuk mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan ini juga melibatkan karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura, Nabire, Gresik, dan Jakarta, melalui gerakan #PTFIPeduliNTT. Seluruh donasi yang terkumpul dilipatgandakan oleh perusahaan sebagai bentuk kolaborasi kolektif. Respons cepat PTFI, termasuk penurunan tim tanggap darurat, menunjukkan kesiapan strategis perusahaan dalam merespons bencana alam di wilayah operasionalnya maupun di sekitarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya