Gangster Konvoi di Cikupa Serang Warga Nongkrong, Satu Pelaku Diamankan
Seorang pemuda berinisial F (19) diamankan warga setelah kelompoknya menyerang warga secara acak di Cikupa, Tangerang, dengan membawa senjata tajam dan konvoi motor.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kamis pagi, sekelompok pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan secara tiba-tiba menerobos area nongkrong di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Aksi tersebut terjadi pada Rabu malam, 2 September, saat sekelompok pemuda berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam, kemudian menyerang warga yang sedang berkumpul di dekat warung tanpa alasan jelas.
Dalam rekaman video amatir yang tersebar, terlihat seorang pemuda terjatuh dan sempat ditangkap oleh warga. Ia diamankan bersama sepeda motor matic berwarna merah dan sebilah pedang yang ditinggalkan di lokasi. Ketua RT setempat, Fajar, mengungkap bahwa awalnya kelompok tersebut bergerak dengan cara mengintimidasi dan menakuti warga sebelum melakukan serangan. Beruntung, tidak ada korban luka serius karena reaksi cepat warga.
Setelah insiden, warga melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan sepeda motor serta senjata tajam. Sekitar 10 menit kemudian, seorang pemuda kembali ke tempat kejadian untuk mengambil kendaraan yang telah disita. Saat itu, massa yang sudah terkumpul langsung melakukan tindakan fisik terhadap pelaku. Dari hasil identifikasi, pelaku yang diamankan berinisial F (19), kini menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami kepemilikan sepeda motor dan senjata tajam yang turut disita. Ia menegaskan, motif serta kronologi kejadian masih dalam penyelidikan. Selain itu, polisi berkomitmen untuk memperkuat patroli mobile guna mencegah aksi serupa di wilayah hukumnya.
Syaiful juga mengapresiasi peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai keberanian masyarakat dalam menangani insiden secara langsung menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi terhadap ancaman keamanan. Penanganan kasus ini tetap berjalan secara hukum, dengan penekanan pada pencegahan dan pemulihan rasa aman di masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


