Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Sulawesi Tenggara
BMKG imbau nelayan waspada gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara, mulai 5 hingga 8 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara, pada periode 5 hingga 8 September 2026. Peringatan ini muncul akibat pola angin ekstrem yang bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya di wilayah utara Indonesia dan dari Timur hingga Tenggara di bagian selatan, dengan kecepatan mencapai 15 hingga 37 knot. Angin kencang tersebut berpotensi memicu peningkatan gelombang di sejumlah wilayah pesisir dan laut dalam.
Kondisi tersebut menimbulkan risiko tinggi bagi aktivitas maritim, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu tradisional. BMKG menyebutkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter sudah terjadi di wilayah seperti Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, yang merupakan jalur penting bagi perahu nelayan di Sulawesi Tenggara. Wilayah lain yang terdampak termasuk Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Arafuru, dengan potensi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah titik kritis.
Khusus untuk wilayah pesisir dan perairan di sekitar Sulawesi Tenggara, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra. Masyarakat yang tinggal di pesisir dan beraktivitas di laut diminta untuk menghindari perjalanan jika kondisi cuaca tidak mendukung. Nelayan dianjurkan memperhatikan batas kecepatan angin dan ketinggian gelombang yang telah ditetapkan sebagai standar keselamatan, terutama saat menggunakan perahu nelayan, kapal tongkang, maupun kapal feri.
BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi langkah preventif untuk mencegah kecelakaan maritim. Dengan kecepatan angin hingga 21 knot dan gelombang hingga 2,5 meter, aktivitas di laut berisiko tinggi, terutama bagi kapal kecil yang tidak dilengkapi peralatan navigasi canggih. Imbauan ini berlaku secara nasional, namun memiliki dampak langsung terhadap keselamatan nelayan di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

