Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Sulawesi Tenggara

BMKG imbau nelayan waspada gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara, mulai 5 hingga 8 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Sulawesi Tenggara
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara, pada periode 5 hingga 8 September 2026. Peringatan ini muncul akibat pola angin ekstrem yang bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya di wilayah utara Indonesia dan dari Timur hingga Tenggara di bagian selatan, dengan kecepatan mencapai 15 hingga 37 knot. Angin kencang tersebut berpotensi memicu peningkatan gelombang di sejumlah wilayah pesisir dan laut dalam.

Kondisi tersebut menimbulkan risiko tinggi bagi aktivitas maritim, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu tradisional. BMKG menyebutkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter sudah terjadi di wilayah seperti Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, yang merupakan jalur penting bagi perahu nelayan di Sulawesi Tenggara. Wilayah lain yang terdampak termasuk Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Arafuru, dengan potensi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah titik kritis.

Khusus untuk wilayah pesisir dan perairan di sekitar Sulawesi Tenggara, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra. Masyarakat yang tinggal di pesisir dan beraktivitas di laut diminta untuk menghindari perjalanan jika kondisi cuaca tidak mendukung. Nelayan dianjurkan memperhatikan batas kecepatan angin dan ketinggian gelombang yang telah ditetapkan sebagai standar keselamatan, terutama saat menggunakan perahu nelayan, kapal tongkang, maupun kapal feri.

BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi langkah preventif untuk mencegah kecelakaan maritim. Dengan kecepatan angin hingga 21 knot dan gelombang hingga 2,5 meter, aktivitas di laut berisiko tinggi, terutama bagi kapal kecil yang tidak dilengkapi peralatan navigasi canggih. Imbauan ini berlaku secara nasional, namun memiliki dampak langsung terhadap keselamatan nelayan di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya