Generasi Muda Diminta Bijak Manfaatkan Teknologi Keuangan
Direktur BRI menekankan pentingnya disiplin mengelola keuangan sejak awal, termasuk menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan dana pensiun di era digital.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di tengah kemajuan teknologi yang mempermudah akses ke layanan keuangan, generasi muda diimbau untuk tidak terjebak dalam pola konsumsi impulsif. Achmad Royadi, Direktur Finance and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyampaikan bahwa kemudahan transaksi digital, seperti layanan paylater dan pembelian tiket daring, dapat memicu pengeluaran yang tidak terkendali jika tidak diimbangi dengan kesadaran finansial. Ia menyoroti bahwa akses cepat ke produk konsumsi justru menjadi tantangan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Ia menekankan bahwa kunci utama mengelola keuangan secara sehat adalah membangun kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan sejak awal bulan, bukan menunggu sisa uang di akhir periode. Menurutnya, penghematan dan alokasi dana untuk investasi harus menjadi prioritas, bukan sekadar sisa dari pengeluaran harian. Dengan menerapkan prinsip ini sejak awal, generasi muda dapat menciptakan perlindungan finansial jangka panjang.
Achmad juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan produk keuangan seperti asuransi dan dana pensiun sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang holistik. Ia menegaskan bahwa kemudahan digital harus dimanfaatkan secara seimbang—tidak hanya untuk menghabiskan uang, tetapi juga untuk menyimpan, menumbuhkan, dan melindungi kekayaan. Dengan demikian, teknologi tidak menjadi penghambat, melainkan alat pendukung kemandirian finansial.
Kebiasaan disiplin dalam mengelola uang, kata dia, harus dibangun secara konsisten sejak awal karier. Dengan memprioritaskan tabungan dan investasi di awal penerimaan pendapatan, individu dapat memenuhi kebutuhan konsumsi tanpa mengorbankan masa depan. Prinsip ini menjadi fondasi utama untuk membangun kehidupan finansial yang stabil dan berkelanjutan di era digital yang semakin kompleks.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


