Giovanni Ferrero Pemimpin Raksasa Cokelat Dunia
Giovanni Ferrero, pemilik Ferrero Group, menempati posisi terkaya kedua di Italia dengan kekayaan bersih US$47,3 miliar, didukung dominasi produk seperti Nutella dan Kinder.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Giovanni Ferrero kini menjadi salah satu tokoh terkaya di Italia, dengan kekayaan bersih mencapai US$47,3 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya nomor dua di negara itu. Ia masuk dalam daftar miliarder dunia versi Forbes, berada di posisi ke-38 secara global, berkat dominasi bisnis makanan dan cokelat yang dikembangkan oleh keluarganya melalui Ferrero Group. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen utama produk cokelat populer seperti Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, serta perusahaan permen Butterfinger dan Babyruth yang dibeli secara strategis.
Kepemimpinan Ferrero Group diambil alih penuh oleh Giovanni setelah kematian saudaranya, Pietro Ferrero, pada 2011. Puncak kendali penuh datang pada 2015, setelah wafatnya ayahnya, Michele Ferrero. Sejak itu, ia memimpin sebagai Executive Chairman, fokus pada strategi jangka panjang dan ekspansi global. Dalam proses tersebut, ia memperkuat posisi perusahaan dengan akuisisi strategis, termasuk perusahaan cokelat Inggris Thornton senilai US$170 juta pada tahun yang sama, lalu memperluas portofolio dengan membeli Butterfinger dan bisnis permen Nestlé Babyruth seharga US$2,8 miliar pada 2018.
Produk utama Ferrero Group, Nutella, terbukti menjadi mesin penghasil pendapatan utama, mencatatkan penjualan tahunan hingga US$19 miliar. Keberhasilan ini tidak lepas dari fondasi yang dibangun pada masa Perang Dunia II, ketika Pietro Ferrero, pendiri keluarga, menciptakan selai cokelat hazelnut sebagai alternatif cokelat yang langka saat itu. Awalnya, bisnis dimulai pada 1923 di Dogliani, setelah Pietro kembali dari dinas militer, kemudian berkembang di bukit-bukit Alba saat perang berkecamuk.
Meski dikenal sebagai pemimpin bisnis global, Giovanni tetap menjaga privasi pribadinya. Ia dikenal sebagai seorang penulis, telah menerbitkan delapan buku, namun tetap menutup rapat kehidupan pribadinya dari publik. Dari jualan cokelat kecil, keluarga Ferrero kini menjadi kekuatan industri makanan global yang tak tergoyahkan, dengan warisan yang terus tumbuh melalui inovasi dan strategi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


