Saham BBCA Terkoreksi Tajam, Asing Lepas Rp419 Miliar
Saham BBCA anjlok 2,25% ke Rp6.525 per saham, didorong aksi jual bersih asing senilai Rp419 miliar, seiring penyelesaian dividen kuartalan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Saham Bank Central Asia (BBCA) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan sesi pertama Rabu (9/9/2026), turun 150 poin atau 2,25% ke level Rp6.525 per saham. Penurunan ini terjadi setelah mencapai titik terendah di Rp6.500 per saham, menandai koreksi terbesar dalam sehari bagi emiten perbankan terbesar di Indonesia tersebut. Pergerakan negatif ini turut berdampak pada indeks pasar saham, mengurangi nilai IHSG sebesar 14 poin akibat tekanan dari saham BBCA.
Volume transaksi saham BBCA hari ini mencapai Rp1,47 triliun, menjadi yang tertinggi di pasar secara keseluruhan. Kondisi ini menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan, terutama dari pihak asing yang melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp419,03 miliar selama sesi pertama. Pemegang saham asing secara konsisten melepas saham BBCA, menjadi emiten dengan aksi jual bersih terbesar hari ini.
Penguatan arus keluar asing terjadi di tengah persiapan pembayaran dividen kuartalan. Masa cum date telah berlalu pada 28 Agustus 2026, dengan pembagian dividen rencananya dilakukan pada 16 September 2026. Dividen interim kuartal III tahun buku 2026 sebesar Rp25 per saham telah disetujui oleh pemegang saham, dengan total nilai pembayaran mencapai Rp3,07 triliun. Ini merupakan pembayaran dividen interim kedua dalam tahun buku 2026, setelah pembayaran pertama dilakukan pada 26 Juni 2026.
Pembagian dividen ini merupakan realisasi dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang diselenggarakan pada 12 Maret 2026. Direksi bersama Dewan Komisaris menyetujui kebijakan pembagian dividen interim sebanyak tiga kali dalam tahun buku 2026, tergantung pada kondisi keuangan perseroan yang memungkinkan. Keputusan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pembagian keuntungan kepada pemegang saham secara rutin dan transparan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


