Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Golan Somasi Istri Netanyahu soal Tuduhan Serangan 7 Oktober

Pemimpin oposisi Israel Yair Golan meminta istri Perdana Menteri Netanyahu meminta maaf dalam 24 jam atas tuduhan yang menyebutnya mengetahui serangan Hamas sebelum terjadi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.54 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Golan Somasi Istri Netanyahu soal Tuduhan Serangan 7 Oktober
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Yair Golan, tokoh oposisi Israel dan mantan perwira tinggi militer, mengeluarkan ultimatum kepada Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meminta permintaan maaf tertulis dalam waktu 24 jam. Permintaan itu disertai tuntutan kompensasi sebesar 2,5 juta shekel (sekitar Rp14,6 miliar) yang akan disalurkan kepada korban serangan 7 Oktober 2023 di festival Nova. Golan menegaskan jika tuntutan tidak dipenuhi, ia akan memproses gugatan pencemaran nama baik secara hukum.

Pernyataan Golan muncul sebagai respons atas pernyataan Sara Netanyahu yang menyebut bahwa Golan berada di dekat Jalur Gaza pada pagi hari serangan Hamas. Ia menyatakan bahwa Golan, yang menjabat sebagai perwira cadangan tingkat tinggi, seharusnya sudah tahu akan terjadi serangan, sekalipun pejabat puncak seperti Netanyahu sendiri belum mengetahui rencana tersebut. Golan menolak tudingan itu sebagai upaya menyesatkan fakta dan menyebutnya sebagai "konspirasi palsu".

Golan menegaskan bahwa klaim tersebut bertujuan mengaburkan peran nyata para pejuang, sukarelawan, dan warga sipil yang bertindak cepat saat pemerintah gagal merespons. Ia menekankan bahwa mereka yang menyelamatkan nyawa di tengah krisis justru dikategorikan sebagai pengkhianat oleh pihak-pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa kebenaran dan kepahlawanan mereka tidak boleh dilenyapkan demi kepentingan politik.

Jika partainya berada dalam koalisi pemerintah mendatang, Golan berkomitmen untuk membentuk komisi investigasi independen guna mengungkap seluruh kebenaran terkait peristiwa 7 Oktober dan menjerat siapa pun yang terbukti bertanggung jawab atas kegagalan respons negara. Ia menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan, bukan dipermainkan oleh narasi politik yang menyesatkan.

Perdebatan antara Golan dan Sara Netanyahu bermula dari wawancara yang diunggah pada Senin (31/8), di mana Sara menyebut bahwa Golan tampak siap dengan pakaian rapi dan berada di lokasi sejak pagi hari, menandakan kesiapan yang mencurigakan. Pernyataan itu memicu kontroversi publik terkait tanggung jawab militer dan politik atas kegagalan antisipasi serangan Hamas, yang berdampak besar terhadap kehidupan warga Palestina di Gaza.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya