Gorengan Rumahan Tak Otomatis Sehat, Ini Kata Ahli
Ahli gizi menegaskan gorengan rumahan lebih higienis namun tetap tinggi lemak dan kalori jika dikonsumsi berlebihan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Meski sering dianggap lebih bersih karena dibuat sendiri, gorengan rumahan tidak otomatis menjadi pilihan makanan sehat. Spesialis Gizi Klinik Igus Ulfa Yaze menekankan bahwa kontrol terhadap bahan dan proses memasak memang memberi keunggulan dari sisi higiene. Dengan memasak sendiri, seseorang bisa memastikan minyak tidak digunakan berulang kali dan bahan baku telah dicuci dengan benar. Namun, kebersihan tidak serta-merta menjamin nilai gizi yang baik, terutama jika konsumsi dilakukan secara berlebihan.
Porsi dan frekuensi tetap menjadi kunci utama. Yaze menyarankan pengurangan bertahap bagi yang terbiasa mengonsumsi lima atau lebih gorengan dalam satu kali santap. Alih-alih menghilangkan secara tiba-tiba, lebih realistis untuk menurunkan jumlah menjadi dua hingga tiga buah per kali makan, serta membatasi frekuensi dari hampir setiap hari menjadi tiga kali seminggu. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membentuk kebiasaan makan yang berkelanjutan tanpa menimbulkan rasa ketergantungan pada rasa gurih dan renyah.
Alternatif memasak yang lebih sehat juga bisa dipertimbangkan. Penggunaan air fryer menjadi pilihan yang menjanjikan, karena mampu menghasilkan tekstur renyah dengan jumlah minyak jauh lebih sedikit dibandingkan metode tradisional. Bahkan, memanggang atau mengukus bisa menjadi opsi terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi tanpa mengorbankan kenikmatan makanan. Pilihan metode harus disesuaikan dengan jenis bahan dan kebutuhan individu.
Yaze menegaskan bahwa gorengan tetap bisa menjadi bagian dari asupan harian, asalkan porsinya diatur dan tidak dikonsumsi secara berlebihan. Makanan bertepung yang digoreng memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang signifikan, sehingga perlu dimasukkan dalam perhitungan asupan harian. Dengan kontrol penuh atas bahan, minyak, dan takaran, gorengan rumahan bisa lebih terkendali dibanding yang dibeli di luar, tetapi tetap bukan makanan yang boleh dikonsumsi tanpa batas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

