Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gorengan Rumahan Tak Otomatis Sehat, Ini Kata Ahli

Ahli gizi menegaskan gorengan rumahan lebih higienis namun tetap tinggi lemak dan kalori jika dikonsumsi berlebihan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gorengan Rumahan Tak Otomatis Sehat, Ini Kata Ahli
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Meski sering dianggap lebih bersih karena dibuat sendiri, gorengan rumahan tidak otomatis menjadi pilihan makanan sehat. Spesialis Gizi Klinik Igus Ulfa Yaze menekankan bahwa kontrol terhadap bahan dan proses memasak memang memberi keunggulan dari sisi higiene. Dengan memasak sendiri, seseorang bisa memastikan minyak tidak digunakan berulang kali dan bahan baku telah dicuci dengan benar. Namun, kebersihan tidak serta-merta menjamin nilai gizi yang baik, terutama jika konsumsi dilakukan secara berlebihan.

Porsi dan frekuensi tetap menjadi kunci utama. Yaze menyarankan pengurangan bertahap bagi yang terbiasa mengonsumsi lima atau lebih gorengan dalam satu kali santap. Alih-alih menghilangkan secara tiba-tiba, lebih realistis untuk menurunkan jumlah menjadi dua hingga tiga buah per kali makan, serta membatasi frekuensi dari hampir setiap hari menjadi tiga kali seminggu. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membentuk kebiasaan makan yang berkelanjutan tanpa menimbulkan rasa ketergantungan pada rasa gurih dan renyah.

Alternatif memasak yang lebih sehat juga bisa dipertimbangkan. Penggunaan air fryer menjadi pilihan yang menjanjikan, karena mampu menghasilkan tekstur renyah dengan jumlah minyak jauh lebih sedikit dibandingkan metode tradisional. Bahkan, memanggang atau mengukus bisa menjadi opsi terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi tanpa mengorbankan kenikmatan makanan. Pilihan metode harus disesuaikan dengan jenis bahan dan kebutuhan individu.

Yaze menegaskan bahwa gorengan tetap bisa menjadi bagian dari asupan harian, asalkan porsinya diatur dan tidak dikonsumsi secara berlebihan. Makanan bertepung yang digoreng memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang signifikan, sehingga perlu dimasukkan dalam perhitungan asupan harian. Dengan kontrol penuh atas bahan, minyak, dan takaran, gorengan rumahan bisa lebih terkendali dibanding yang dibeli di luar, tetapi tetap bukan makanan yang boleh dikonsumsi tanpa batas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya